Bab Penyakit Nabi ﷺ dan Kematian Beliau
Shahih
haddatsana aliyyun, haddatsana yahya, wazada, qalat aisyahu ladadnahu fi maradhihi fajaala yusyiru ilayna an la taludduni faqulna karahiyahu almaridhi lilddawai. falamma afaqa qala " alam anhakum an taludduni ". qulna karahiyaha almaridhi lilddawai. faqala " la yabqa ahadun fi albayti ila ludda waana anzhuru ila alabbasa, fainnahu lam yasyhadkum ". rawahu abnu abi azzinadi an hisyamin an abihi an aisyaha ani annabiyyi.
Telah menceritakan kepada kami Ali, telah menceritakan kepada kami Yahya, dan Aisyah berkata: "Kami menuangkan obat ke salah satu sisi mulut Nabi ﷺ selama sakitnya dan beliau mulai menunjuk kepada kami, yang berarti: 'Jangan tuangkan obat ke mulutku.' Kami berkata: '(Ia mengatakan demikian) karena seorang pasien tidak suka obat.' Ketika beliau sadar dan merasa sedikit lebih baik, beliau berkata: 'Tidakkah aku melarang kalian menuangkan obat ke mulutku?' Kami berkata: '(Kami mengira itu karena) ketidaksukaan pasien terhadap obat. Beliau berkata: 'Biarkan setiap orang yang hadir di rumah ini diberi obat dengan menuangkannya ke mulutnya sambil aku melihat, kecuali Abbas, karena dia tidak menyaksikan kalian (melakukan hal yang sama padaku)."