Bab Kedatangan Bani Hanifah dan Kisah Thumamah bin Utsal
حَدَّثَنَا الصَّلْتُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ سَمِعْتُ مَهْدِيَّ بْنَ مَيْمُونٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيَّ، يَقُولُ كُنَّا نَعْبُدُ الْحَجَرَ، فَإِذَا وَجَدْنَا حَجَرًا هُوَ أَخْيَرُ مِنْهُ أَلْقَيْنَاهُ وَأَخَذْنَا الآخَرَ، فَإِذَا لَمْ نَجِدْ حَجَرًا جَمَعْنَا جُثْوَةً مِنْ تُرَابٍ، ثُمَّ جِئْنَا بِالشَّاةِ فَحَلَبْنَاهُ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُفْنَا بِهِ، فَإِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَجَبٍ قُلْنَا مُنَصِّلُ الأَسِنَّةِ. فَلاَ نَدَعُ رُمْحًا فِيهِ حَدِيدَةٌ وَلاَ سَهْمًا فِيهِ حَدِيدَةٌ إِلاَّ نَزَعْنَاهُ وَأَلْقَيْنَاهُ شَهْرَ رَجَبٍ. وَسَمِعْتُ أَبَا رَجَاءٍ، يَقُولُ كُنْتُ يَوْمَ بُعِثَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم غُلاَمًا أَرْعَى الإِبِلَ عَلَى أَهْلِي، فَلَمَّا سَمِعْنَا بِخُرُوجِهِ فَرَرْنَا إِلَى النَّارِ إِلَى مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ.
Dahulu kami menyembah batu, dan ketika kami menemukan batu yang lebih baik dari yang pertama, kami akan melempar batu yang pertama dan mengambil yang baru, tetapi jika kami tidak dapat menemukan batu, kami akan mengumpulkan tanah, kemudian kami membawa seekor domba dan memerah susu domba itu ke atasnya, dan melakukan Tawaf di sekelilingnya. Ketika bulan Rajab tiba, kami berhenti dari tindakan militer, menyebut bulan ini sebagai penghapus besi, karena kami akan mencabut dan melempar bagian besi dari setiap tombak dan anak panah di bulan Rajab. Abu Raja' menambahkan: Ketika Nabi (ﷺ) diutus dengan (pesan Allah), saya adalah seorang anak yang bekerja sebagai penggembala unta keluarga saya. Ketika kami mendengar berita tentang kemunculan Nabi, kami berlari menuju api, yaitu kepada Musailima Al-Kadhdhab.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
