Bab Kedudukan Nabi Muhammad SAW di Mekkah pada Masa Pembebasan
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ أَقَمْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ تِسْعَ عَشْرَةَ نَقْصُرُ الصَّلاَةَ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَنَحْنُ نَقْصُرُ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ تِسْعَ عَشْرَةَ، فَإِذَا زِدْنَا أَتْمَمْنَا.
Ibnu Abbas berkata, "Kami tinggal selama 19 hari bersama Nabi dalam perjalanan, di mana kami melakukan shalat yang dipendekkan." Ibnu Abbas menambahkan, "Kami melakukan shalat Qashr (yaitu shalat yang dipendekkan) jika kami tinggal hingga 19 hari sebagai musafir, tetapi jika kami tinggal lebih lama, kami melakukan shalat lengkap."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
