Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4102 tentang Kisah Nabi ﷺ dan Jabir saat perang Khandaq

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ ketika Perang Khandaq, di mana makanan yang sangat sedikit (seekor anak kambing dan satu sha' gandum) diberkahi sehingga cukup untuk seribu orang. Kisah ini mengajarkan kita tentang tawakal, kedermawanan, dan keberkahan yang datang dari ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq [65]: 3)

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Perang, Bab Perang Khandaq dan Ahzab, no. 4102, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (7/397-398) menjelaskan panjang lebar tentang hadits ini, menekankan bahwa ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang jelas. Beliau juga menyebutkan bahwa peristiwa ini menunjukkan adab dan kecerdasan Jabir radhiyallahu 'anhu dalam menyembunyikan undangan awalnya, serta kasih sayang Nabi ﷺ yang ingin semua sahabat ikut makan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Mukjizat Nabi ﷺ: Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/30) menyebutkan bahwa ini termasuk mukjizat yang jelas, di mana makanan sedikit menjadi cukup untuk jumlah yang banyak. Ini adalah bukti kenabian dan kekuasaan Allah.
  2. Kedermawanan dan Pengorbanan Sahabat: Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu rela memberikan seluruh makanan yang dimiliki keluarganya demi Rasulullah ﷺ, meskipun mereka sendiri dalam kondisi sulit. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin (3/472) menjelaskan bahwa ini adalah puncak kecintaan dan pengorbanan sahabat kepada Nabi ﷺ.
  3. Adab dan Tawadhu' Nabi ﷺ: Ketika Jabir mengundang Nabi ﷺ secara diam-diam, Nabi ﷺ justru mengumumkannya kepada semua orang. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini karena Nabi ﷺ tidak suka makan sendirian sementara sahabatnya kelaparan. Beliau lebih memilih berbagi meskipun makanan sedikit.
  4. Keberkahan dari Ketaatan: Ketika Nabi ﷺ memerintahkan agar panci tidak diturunkan dan adonan tidak dipanggang sampai beliau datang, maka ketaatan kepada perintah beliau menjadi sebab turunnya keberkahan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir as-Sa'di (1/123) menjelaskan bahwa keberkahan datang dari mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
  5. Tawakal dan Keyakinan: Jabir dan istrinya tidak ragu ketika Nabi ﷺ memerintahkan untuk mengundang semua orang. Mereka yakin bahwa Allah akan memberikan keberkahan. Ini adalah pelajaran tentang tawakal yang sempurna.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Abu Thalhah berkata kepada Ummu Sulaim, 'Aku mendengar suara Rasulullah ﷺ yang lemah karena lapar. Apakah engkau punya sesuatu?' Ummu Sulaim berkata, 'Ya.' Lalu dia mengeluarkan beberapa potong roti gandum, lalu mengambil kerudungnya dan membungkus roti itu, lalu menyembunyikannya di bawah lenganku dan menutupiku dengan sebagian kerudung. Lalu aku mendatangi Rasulullah ﷺ... Lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku telah membuat makanan untukmu.' Maka beliau bersabda kepada para sahabatnya, 'Berdirilah.' Lalu beliau masuk dan aku pun masuk... Lalu beliau memanggil sepuluh orang, mereka masuk dan makan sampai kenyang, lalu keluar. Kemudian beliau memanggil sepuluh orang lagi, mereka masuk dan makan sampai kenyang, lalu keluar. Kemudian beliau memanggil sepuluh orang lagi... hingga semua orang yang berjumlah sekitar 70 atau 80 orang makan sampai kenyang." (HR. Al-Bukhari no. 3578 dan Muslim no. 2040)

Kisah ini mirip dengan hadits Jabir, menunjukkan bahwa keberkahan selalu menyertai Nabi ﷺ dan orang-orang yang beriman kepada beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan keberkahan Allah. Jangan pernah meremehkan sedikitnya harta, karena Allah bisa memberkahinya.
  2. Utamakan berbagi, terutama dengan orang yang membutuhkan dan para penuntut ilmu.
  3. Taatilah perintah Rasulullah ﷺ, karena dalam ketaatan terdapat keberkahan yang tidak terduga.
  4. Jangan malu berkorban untuk agama, meskipun pengorbanan itu kecil di mata manusia.
  5. Bertawakallah kepada Allah dalam setiap urusan, karena Dia Maha Mencukupi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.