Penjelasan Hadits Bukhari No. 410 tentang Larangan meludah ke arah kiblat dan kanan saat shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab penting di dalam masjid: seorang muslim tidak boleh meludah ke arah depan (kiblat) atau ke arah kanan, karena arah kanan dimuliakan dan arah depan adalah arah menghadap Allah. Jika perlu, hendaklah meludah ke arah kiri atau ke bawah kaki kirinya, dan menjaga kebersihan masjid adalah bagian dari memuliakan syiar Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Jangan Meludahkan ke Arah Kanan dalam Shalat" (no. 410), dari sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، وَأَبَا سَعِيدٍ أَخْبَرَاهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى نُخَامَةً فِي حَائِطِ الْمَسْجِدِ، فَتَنَاوَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حَصَاةً فَحَتَّهَا ثُمَّ قَالَ: "إِذَا تَنَخَّمَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَنَخَّمْ قِبَلَ وَجْهِهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ، وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ، أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى."

Terjemahan: "Jika salah seorang dari kalian meludah, janganlah meludah ke arah depannya dan jangan ke arah kanannya, tetapi hendaklah ia meludah ke arah kirinya atau di bawah kaki kirinya."

Ayat yang berkaitan dengan memuliakan masjid:

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

QS. Al-Hajj [22]: 32 — "Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Memuliakan arah kiblat dan arah kanan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan meludah ke arah depan (qiblat) karena seorang hamba sedang menghadap Rabb-nya, dan larangan ke arah kanan karena arah kanan adalah arah yang dimuliakan — malaikat pencatat kebaikan berada di kanan, dan Nabi ﷺ menyukai memulai dari kanan dalam banyak perkara. Adapun arah kiri dan bawah kaki kiri adalah tempat yang lebih rendah, sehingga lebih pantas untuk hal-hal yang tidak baik.

Kedua: Perbuatan Nabi ﷺ menggosok ludah dengan kerikil.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa tindakan Nabi ﷺ ini menunjukkan kewajiban menjaga kebersihan masjid dan menghilangkan kotoran darinya. Ini juga menunjukkan bahwa pemimpin atau imam hendaknya langsung menegur dan memperbaiki kesalahan yang dilihatnya, bukan hanya diam.

Ketiga: Perbedaan pendapat tentang hukum meludah di masjid.

Para ulama dari daftar — seperti Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Fathul Bari-nya dan Ibnu Hajar — menyebutkan bahwa meludah di masjid secara mutlak dilarang jika mengotori, dan sebagian ulama membedakan antara meludah di lantai masjid (yang dilarang keras) dengan meludah di kain/saputangan (yang dibolehkan). Yang paling kuat menurut dalil adalah: dilarang meludah di masjid secara mutlak kecuali dalam keadaan darurat, dan jika terjadi maka wajib segera dibersihkan.

Keempat: Kaitan dengan shalat.

Hadits ini disebut dalam bab shalat karena seorang yang sedang shalat sedang bermunajat kepada Allah, sehingga tidak pantas meludah ke arah kiblat. Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zaad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa adab-adab ini adalah bagian dari kesempurnaan shalat dan penghormatan terhadap Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ melihat ludah di dinding masjid. Beliau tidak marah dengan kemarahan yang berlebihan, tetapi mengambil kerikil dan menggosoknya hingga bersih. Kemudian beliau mengajarkan kepada para sahabat adab yang lembut: jangan meludah ke arah depan atau kanan, tetapi ke kiri atau bawah kaki kiri. Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri — dua sahabat yang meriwayatkan hadits ini — adalah contoh sahabat yang sangat menjaga adab dan ilmu. Hikmahnya: seorang muslim hendaknya memperbaiki kesalahan dengan tangan dan lisan secara bersamaan, dengan lembut dan penuh hikmah, serta menjaga kebersihan tempat ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan meludah ke arah kiblat atau ke arah kanan, baik di dalam maupun di luar shalat.
  2. Jika perlu meludah, arahkan ke kiri atau ke bawah kaki kiri.
  3. Jagalah kebersihan masjid — itu bagian dari memuliakan syiar Allah.
  4. Jika melihat kotoran di masjid, segera bersihkan tanpa menunda.
  5. Tegurlah kesalahan dengan lembut dan berikan solusi, seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?