Bab Perang Khandaq dan Ahzab
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu muhammadin, haddatsana muawiyahu ibnu amrinw, haddatsana abu ishaqa, an humaydin, samitu anasan rdh allah nh yaqulu kharaja rasulu allahi ila alkhandaqi, faidza almuhajiruna waalansharu yahfiruna fi ghadahin baridahin, falam yakun lahum abidun yamaluna dzalika lahum, falamma raa ma bihim mina annashabi waaljui qala " allahumma inna alaysya aysyu alakhirah faghfir lilanshari waalmuhajirah " faqalu mujibina lahu nahnu adzina bayau muhammada ala aljihadi ma baqina abada
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Muawiyah bin Amr, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari Humayd, ia mendengar Anas -semoga Allah meridhainya- berkata: "Rasulullah ﷺ keluar menuju Khandaq, dan ketika itu para Muhajirin dan Ansar sedang menggali di pagi yang dingin. Mereka tidak memiliki budak untuk melakukan pekerjaan itu untuk mereka. Ketika Nabi melihat kesulitan dan kelaparan mereka, ia berkata: 'Ya Allah! Sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat, maka ampunilah para Ansar dan Muhajirin.' Mereka menjawab: 'Kami adalah orang-orang yang telah memberikan bai'at kepada Muhammad untuk berjuang selama kami hidup.'"