Penjelasan Hadits Bukhari No. 3925 tentang Kedatangan Nabi dan sahabat ke Madinah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan urutan kedatangan para sahabat ke Madinah sebelum hijrah Nabi ﷺ. Yang pertama datang adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Ummi Maktum yang bertugas mengajarkan Al-Qur'an, lalu Bilal, Sa'd, dan 'Ammar, kemudian 'Umar bin Al-Khaththab bersama dua puluh sahabat, dan terakhir Rasulullah ﷺ. Kegembiraan penduduk Madinah saat kedatangan Nabi ﷺ adalah kegembiraan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Kedatangan Nabi ﷺ dan Para Sahabat ke Madinah (no. 3925), dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.

Adapun ayat yang disebutkan dalam hadits:

QS. Al-A'la [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk menyucikan Allah dari segala kekurangan dan menetapkan kesempurnaan bagi-Nya. Surat ini termasuk surat-surat Al-Mufashshal yang sering dibaca Nabi ﷺ dalam shalat dan khutbah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Urutan kedatangan dan hikmahnya. Al-Bara' bin 'Azib menyebutkan bahwa Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Ummi Maktum adalah yang pertama tiba di Madinah. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Mush'ab diutus Nabi ﷺ setelah bai'at Aqabah pertama untuk mengajarkan Islam dan Al-Qur'an kepada penduduk Madinah. Ini menunjukkan pentingnya dakwah dan pengajaran Al-Qur'an sebelum hijrah fisik Nabi ﷺ.

Kedua: Tugas mengajarkan Al-Qur'an. Kalimat "وَكَانَا يُقْرِئَانِ النَّاسَ" (keduanya mengajarkan Al-Qur'an kepada manusia) menunjukkan bahwa prioritas utama dalam membangun masyarakat Islam adalah ilmu dan Al-Qur'an. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan keutamaan orang yang mengajarkan Al-Qur'an, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Al-Bukhari).

Ketiga: Kegembiraan penduduk Madinah. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa kegembiraan ini adalah kegembiraan iman dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Bahkan para budak perempuan (الإِمَاء) mengumumkan kedatangan beliau. Ini menunjukkan bahwa cahaya kenabian telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa kedatangan Nabi ﷺ ke Madinah adalah peristiwa terbesar dalam sejarah kota itu, mengubahnya dari kota kecil menjadi pusat peradaban Islam.

Keempat: Bacaan surat Al-A'la. Al-Bara' menyebutkan bahwa ia telah membaca "سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى" sebelum kedatangan Nabi ﷺ. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surat-surat Al-Mufashshal (surat-surat pendek) adalah yang pertama diajarkan kepada para sahabat baru. Ini menunjukkan metode pengajaran bertahap dalam dakwah.

Kelima: Keutamaan para sahabat yang lebih dahulu hijrah. Al-Bukhari sengaja menempatkan hadits ini dalam Kitab Manaqib Al-Anshar untuk menunjukkan keutamaan mereka yang pertama masuk Islam dan berhijrah. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Fathul Bari (karyanya sendiri) menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku bagi siapa saja yang lebih dahulu dalam kebaikan.

Story Telling

Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu menceritakan kisah ini dengan penuh kenangan. Bayangkan suasana Madinah sebelum kedatangan Nabi ﷺ. Mush'ab bin 'Umair, seorang pemuda tampan dari Makkah yang dahulu hidup mewah, kini datang ke Madinah dengan pakaian sederhana namun membawa cahaya Al-Qur'an. Ia duduk mengajarkan ayat-ayat Allah kepada penduduk Yatsrib. Ibnu Ummi Maktum, seorang buta, juga hadir mengajarkan Al-Qur'an dengan hafalannya yang kuat.

Kemudian datang Bilal bin Rabah, mantan budak yang disiksa di Makkah, kini berjalan bebas di Madinah. Sa'd bin Abi Waqqash, 'Ammar bin Yasir, dan kemudian 'Umar bin Al-Khaththab dengan dua puluh sahabat. Setiap kedatangan mereka disambut dengan tangis haru dan kegembiraan.

Hingga akhirnya, tibalah hari yang paling dinanti. Rasulullah ﷺ memasuki Madinah. Al-Bara' berkata: "Aku belum pernah melihat penduduk Madinah seceria itu." Bahkan para budak perempuan berlarian sambil berseru: "Rasulullah telah datang! Rasulullah telah datang!" Sebuah momen yang mengubah sejarah dunia, dari kegelapan menuju cahaya Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Dakwah dimulai dengan ilmu. Sebelum hijrah fisik, Nabi ﷺ mengutus Mush'ab untuk mengajarkan Al-Qur'an. Maka hendaknya kita mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an sebagai prioritas.
  2. Cinta kepada Nabi ﷺ adalah tanda iman. Kegembiraan penduduk Madinah menunjukkan kecintaan mereka kepada Rasulullah. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa kecintaan ini harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau.
  3. Hijrah adalah perjuangan. Para sahabat meninggalkan kampung halaman demi agama. Ibnu Rajab menjelaskan bahwa hijrah hati (meninggalkan dosa) berlaku sepanjang zaman.
  4. Bacalah surat-surat Al-Mufashshal. Nabi ﷺ dan para sahabat sering membaca surat-surat pendek seperti Al-A'la. Jadikanlah ia bagian dari wirid harian kita.
  5. Bergembiralah dengan datangnya petunjuk. Kegembiraan sejati adalah ketika kita mendapat hidayah dan ilmu, bukan sekadar kesenangan duniawi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?