Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan kelahiran Abdullah bin Az-Zubair, anak pertama kaum Muhajirin yang lahir di Madinah setelah hijrah. Nabi ﷺ melakukan tahnik, yaitu mengunyah kurma lalu memasukkan air liurnya ke mulut bayi. Ini menunjukkan keberkahan dan kasih sayang Nabi ﷺ, serta sunnah yang dianjurkan saat menyambut kelahiran anak.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Ansar, Bab Hijrah Nabi ﷺ dan Para Sahabatnya ke Madinah, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ أَبِي أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ أَوَّلُ مَوْلُودٍ وُلِدَ فِي الإِسْلاَمِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَتَوْا بِهِ النَّبِيَّ ﷺ فَأَخَذَ النَّبِيُّ ﷺ تَمْرَةً فَلاَكَهَا ثُمَّ أَدْخَلَهَا فِي فِيهِ، فَأَوَّلُ مَا دَخَلَ بَطْنَهُ رِيقُ النَّبِيِّ ﷺ
Terjemahan: "Aisyah berkata: 'Anak pertama yang lahir di tanah Islam (yaitu Madinah) di antara kaum Muhajirin adalah Abdullah bin Az-Zubair. Mereka membawanya kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ mengambil sebuah kurma, dan setelah mengunyahnya, memasukkan air liurnya ke mulutnya. Jadi, hal pertama yang masuk ke perut anak itu adalah air liur Nabi ﷺ.'"
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang keberkahan dan kasih sayang:
QS. Al-Ahzab [33]: 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Terjemahan: "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat, dan yang banyak mengingat Allah."
Hadits ini juga diperkuat oleh riwayat lain tentang tahnik, seperti yang dilakukan Nabi ﷺ terhadap bayi-bayi lain, dan dijelaskan oleh para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan beberapa poin penting:
- Kelahiran Abdullah bin Az-Zubair: Beliau adalah anak dari Az-Zubair bin Al-Awwam dan Asma binti Abu Bakar. Kelahirannya di Madinah setelah hijrah menandai awal generasi Muslim di tanah baru. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini menunjukkan keutamaan Madinah sebagai tempat tumbuhnya Islam.
- Tahnik: Nabi ﷺ mengunyah kurma dan memasukkan air liurnya ke mulut bayi. Ini adalah sunnah yang dianjurkan. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa tahnik dilakukan dengan kurma atau sesuatu yang manis, dan tujuannya adalah untuk keberkahan serta memperkuat bayi. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Tuhfatul Maudud menjelaskan bahwa tahnik memiliki manfaat kesehatan dan spiritual, karena air liur Nabi ﷺ mengandung keberkahan.
- Keberkahan Air Liur Nabi ﷺ: Aisyah menyebutkan bahwa hal pertama yang masuk ke perut bayi adalah air liur Nabi ﷺ. Ini menunjukkan kasih sayang dan keberkahan khusus. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ini adalah bentuk tabarruk (mencari berkah) dengan Nabi ﷺ, yang diperbolehkan selama beliau masih hidup.
- Pendapat Ulama: Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menganjurkan tahnik sebagai sunnah. Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam bab hijrah, menunjukkan kaitan antara kelahiran di Madinah dan sunnah Nabi ﷺ. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang anjuran tahnik, meskipun sebagian ulama seperti Imam Malik memandangnya sebagai mustahab (dianjurkan) tidak wajib.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Asma binti Abu Bakar, ibu dari Abdullah bin Az-Zubair, membawa bayinya yang baru lahir kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ yang penuh kasih sayang mengambil kurma, mengunyahnya hingga lembut, lalu memasukkan air liurnya ke mulut bayi mungil itu. Bayi itu pun menelan air liur yang penuh berkah, menjadi makanan pertama yang masuk ke perutnya. Sejak saat itu, Abdullah bin Az-Zubair tumbuh menjadi sahabat yang pemberani dan teguh dalam Islam, bahkan dikenal sebagai salah satu tokoh yang menolak kezaliman di kemudian hari. Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya membawa anak kepada orang saleh untuk mendapatkan doa dan keberkahan, serta mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam menyambut kelahiran.
Kesimpulan Praktis
- Lakukan tahnik pada bayi yang baru lahir dengan kurma atau makanan manis, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
- Bawalah anak kepada ulama atau orang saleh untuk mendapatkan doa dan keberkahan.
- Pahami bahwa keberkahan datang dari mengikuti sunnah Nabi ﷺ, bukan dari benda atau orang tertentu secara berlebihan.
- Didiklah anak sejak dini dengan nilai-nilai Islam, seperti yang dicontohkan Abdullah bin Az-Zubair.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.