Penjelasan Hadits Bukhari No. 3909 tentang Kelahiran Abdullah bin Zubair dan tahnik Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kelahiran Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu 'anhuma, anak pertama yang lahir di kalangan Muhajirin di Madinah, dari ibunya Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha. Nabi ﷺ melakukan tahnik (mengunyah kurma lalu mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi) dan mendoakan keberkahan untuknya. Hadits ini menjadi dalil disyariatkannya tahnik, mendoakan bayi, dan menunjukkan keutamaan hijrah serta keutamaan keluarga az-Zubair.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Keutamaan Ansar, Bab Hijrah Nabi ﷺ dan Para Sahabatnya ke Madinah (no. 3909), dari Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha.

Hadits terkait yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim dari jalur yang sama, dan oleh Abu Dawud as-Sijistani serta at-Tirmidzi dalam kitab-kitab mereka.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan hijrah dan pertolongan Allah kepada kaum Muhajirin:

QS. At-Taubah [9]: 40

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Terjemahan: "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada temannya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.' Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan memperkuatnya dengan tentara (malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah, dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan Hijrah dan Kaum Muhajirin.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan hijrah, karena Asma' radhiyallahu 'anha berhijrah dalam keadaan hamil tua demi menjaga agamanya. Ini menunjukkan pengorbanan besar kaum Muhajirin. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Abdullah bin az-Zubair adalah bayi pertama yang lahir di Madinah dari kalangan Muhajirin, yang menjadi tanda keberkahan bagi kaum Muslimin di kota baru mereka.

Kedua: Disyariatkannya Tahnik.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa tahnik adalah mengunyah kurma (atau sesuatu yang manis) lalu mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan para ulama sepakat tentang kesunnahannya berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Tuhfatul Maudud menjelaskan hikmah tahnik: menguatkan bayi, melatih otot mulutnya untuk menyusu, dan yang paling penting adalah keberkahan dari air liur orang shalih, terlebih lagi air liur Nabi ﷺ.

Ketiga: Doa dan Keberkahan untuk Bayi.

Nabi ﷺ mendoakan dan memberkati Abdullah bin az-Zubair. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif menyebutkan bahwa mendoakan bayi yang baru lahir adalah sunnah para salaf, dan ini termasuk bentuk kasih sayang serta perhatian Islam terhadap generasi muda.

Keempat: Keutamaan Keluarga az-Zubair.

Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala mencatat bahwa Abdullah bin az-Zubair tumbuh menjadi salah satu tokoh besar Islam, seorang ahli ibadah yang pemberani, dan menjadi khalifah di Mekah. Ini menunjukkan keberkahan doa Nabi ﷺ dan pengaruh tahnik beliau.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa tahnik dilakukan dengan kurma jika ada, dan jika tidak ada boleh dengan sesuatu yang manis. Imam Malik bin Anas berpendapat tahnik dilakukan dengan kurma atau madu. Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai dengan zhahir hadits: menggunakan kurma, dan jika tidak ada, boleh dengan yang manis lainnya, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan an-Nawawi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha, putri sahabat Nabi yang mulia, mengandung Abdullah bin az-Zubair di Mekah. Ketika kaum Muslimin diperintahkan berhijrah ke Madinah, ia pun berhijrah dalam keadaan hamil tua. Ia menempuh perjalanan yang berat dan jauh, hingga akhirnya tiba di Quba, sebuah tempat di pinggiran Madinah.

Di sana, di Quba, ia melahirkan putranya. Bayi itu kemudian dibawa menghadap Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ meletakkannya di pangkuan beliau, meminta kurma, mengunyahnya, lalu mengoleskan air liur beliau yang bercampur kurma ke mulut bayi mungil itu. Maka hal pertama yang masuk ke perut Abdullah bin az-Zubair adalah air liur Rasulullah ﷺ — sebuah keberkahan yang tidak ternilai.

Nabi ﷺ kemudian mendoakan dan memberkati bayi itu. Abdullah bin az-Zubair pun tumbuh menjadi seorang yang pemberani, ahli ibadah, dan menjadi salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam. Ia adalah anak pertama yang lahir di Madinah dari kalangan Muhajirin, sebuah tanda bahwa Allah ﷻ memberikan keberkahan kepada kaum Muhajirin di tanah baru mereka.

Ibnu Katsir menyebutkan dalam al-Bidayah wan Nihayah bahwa kelahiran Abdullah bin az-Zubair menjadi kabar gembira bagi kaum Muslimin, karena sebelumnya mereka mendapat tekanan bahwa orang-orang Yahudi di Madinah menyebarkan sihir agar kaum Muhajirin tidak memiliki keturunan di Madinah. Allah ﷻ membatalkan sihir itu dengan kelahiran Abdullah bin az-Zubair.

Kesimpulan Praktis

  1. Sunnah tahnik: Dianjurkan bagi orang tua atau orang shalih untuk melakukan tahnik pada bayi yang baru lahir dengan kurma, dan mendoakannya.
  2. Mendoakan bayi: Hendaknya bayi yang baru lahir didoakan dan dimohonkan keberkahan, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
  3. Keutamaan hijrah: Hijrah adalah ibadah yang agung, dan kaum Muhajirin memiliki keutamaan yang besar dalam Islam.
  4. Pentingnya lingkungan yang baik: Meletakkan bayi di pangkuan orang shalih dan meminta doa dari mereka adalah tradisi salaf yang baik.
  5. Tawakkal dan pengorbanan: Kisah Asma' mengajarkan kita untuk berkorban demi agama Allah, meskipun dalam keadaan sulit.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?