Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3906 tentang Kisah Suraqa mengejar Nabi saat hijrah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kisah heroik dan penuh pelajaran tentang peristiwa hijrah Nabi ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq dari Makkah ke Madinah. Inti kisahnya adalah tentang Suraqah bin Ju'syam yang mengejar Nabi ﷺ untuk mendapatkan hadiah dari Quraisy, namun dihadang oleh kekuasaan Allah hingga akhirnya ia justru beriman dan meminta jaminan keamanan dari Nabi ﷺ. Hadits ini juga mengisahkan sambutan hangat kaum Anshar di Madinah, pendirian Masjid Quba dan Masjid Nabawi, serta doa-doa Nabi ﷺ yang penuh hikmah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya pada Kitab Keutamaan Anshar, Bab Hijrah Nabi ﷺ dan Para Sahabatnya ke Madinah (no. 3906). Ini adalah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Suraqah bin Ju'syam radhiyallahu 'anhu.

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2009) dengan redaksi yang sedikit berbeda, dan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan kisah ini adalah firman Allah Ta'ala:

QS. At-Taubah [9]: 40

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.' Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dia dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan perkataan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan perkataan Allah itulah yang tinggi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Kaitan dengan Ulama:

Kisah ini dijelaskan secara panjang lebar oleh para ulama dalam kitab-kitab sirah dan tafsir. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim membawakan kisah ini sebagai penjelasan dari ayat di atas. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman juga menjelaskan bahwa ayat ini adalah bukti pertolongan Allah kepada Nabi-Nya ﷺ dalam situasi yang paling kritis sekalipun.

Penjelasan Rinci

Hadits yang sangat panjang ini mengandung banyak pelajaran berharga. Mari kita bedah satu per satu:

1. Keputusan Quraisy dan Tekad Suraqah

Ketika Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar keluar dari Makkah menuju Madinah, kaum Quraisy sangat marah dan kecewa. Mereka mengumumkan hadiah besar (diyah) bagi siapa saja yang bisa membunuh atau menangkap Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar. Ini menunjukkan betapa besarnya kebencian mereka, namun juga menunjukkan bahwa Allah selalu melindungi Nabi-Nya.

Suraqah bin Ju'syam adalah seorang pemuda dari Bani Mudlij yang sangat ambisius. Ketika mendengar kabar bahwa ada orang-orang yang terlihat di tepi pantai (jalur hijrah), ia langsung tergerak untuk mengejar hadiah tersebut. Ia bahkan menyembunyikan niatnya dari orang-orang di majelisnya dan keluar diam-diam dari belakang rumahnya dengan membawa tombak dan menaiki kudanya yang cepat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan bahwa Allah Ta'ala menjaga Nabi-Nya ﷺ dari segala macam tipu daya musuh. Meskipun manusia berusaha sekuat tenaga, namun jika Allah tidak menghendaki, maka semua usaha itu sia-sia.

2. Mukjizat dan Pertolongan Allah

Saat Suraqah semakin dekat dengan Nabi ﷺ, terjadi peristiwa ajaib. Kuda Suraqah tersandung dan ia terjatuh. Ia kemudian menggunakan azlam (anak panah untuk meramal) untuk mengetahui apakah ia akan berhasil atau tidak. Namun hasil ramalannya selalu menunjukkan hal yang ia benci, yaitu ia tidak akan berhasil. Meskipun demikian, ia tetap memaksakan diri.

Ketika ia sudah sangat dekat dan mendengar bacaan Al-Qur'an dari Rasulullah ﷺ, tiba-tiba kaki kudanya tenggelam ke dalam tanah hingga ke lutut. Debu beterbangan seperti asap. Ini adalah mukjizat yang nyata. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah bentuk pertolongan Allah kepada Nabi-Nya ﷺ dan bukti kenabian yang jelas.

3. Keimanan Suraqah dan Surat Keamanan

Setelah mengalami kejadian ajaib tersebut, hati Suraqah tersentuh. Ia menyadari bahwa ini bukanlah perkara biasa. Ia berkata dalam hatinya, "Sesungguhnya urusan (agama) Rasulullah ﷺ ini pasti akan menang." Ia kemudian memanggil Nabi ﷺ dan Abu Bakar dengan aman, lalu menceritakan rencana jahat kaum Quraisy. Ia menawarkan bekal dan harta, namun Nabi ﷺ menolaknya. Yang diminta Nabi ﷺ hanyalah satu: "Sembunyikanlah (rahasiakanlah) kami."

Suraqah kemudian meminta surat jaminan keamanan dari Nabi ﷺ. Maka Nabi ﷺ memerintahkan 'Amir bin Fuhairah untuk menuliskan surat tersebut di atas kulit. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah orang yang pemaaf dan tidak menyimpan dendam. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa kisah ini adalah dalil tentang bolehnya memberikan jaminan keamanan kepada orang kafir jika ada maslahat, dan juga menunjukkan keutamaan memaafkan musuh yang telah bertaubat.

4. Pertemuan dengan Az-Zubair dan Kabar Gembira di Madinah

Dalam perjalanan selanjutnya, Nabi ﷺ dan Abu Bakar bertemu dengan rombongan dagang kaum Muslimin yang dipimpin oleh Az-Zubair bin Al-Awwam. Az-Zubair memberikan pakaian putih kepada keduanya. Ini menunjukkan ukhuwah Islamiyah yang erat di antara para sahabat.

Sementara itu, kaum Muslimin di Madinah setiap pagi pergi ke daerah Harrah untuk menunggu kedatangan Rasulullah ﷺ. Mereka menunggu hingga terik matahari memaksa mereka pulang. Suatu hari, setelah mereka pulang, seorang Yahudi yang naik ke atas bentengnya melihat rombongan Nabi ﷺ yang berpakaian putih. Ia berteriak dengan suara keras, "Wahai orang-orang Arab! Inilah orang besar yang kalian tunggu!" Maka kaum Muslimin bergegas mengambil senjata dan menyambut kedatangan Rasulullah ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah pernah menyebutkan bahwa kerinduan kaum Anshar kepada Nabi ﷺ adalah bukti cinta mereka yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka rela menunggu berjam-jam di bawah terik matahari hanya untuk menyambut kekasih mereka.

5. Pendirian Masjid Quba dan Masjid Nabawi

Nabi ﷺ singgah di Bani 'Amr bin 'Auf selama beberapa hari dan mendirikan Masjid Quba, yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai masjid yang didirikan di atas ketakwaan (QS. At-Taubah: 108). Kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke Madinah. Unta beliau berhenti di sebuah tempat yang merupakan halaman penjemuran kurma milik dua anak yatim, Suhail dan Sahl. Nabi ﷺ kemudian membeli atau menerima hibah tanah tersebut untuk dibangun masjid.

Nabi ﷺ sendiri ikut serta mengangkut batu bata dalam pembangunan masjid tersebut. Beliau bersenandung:

"هَذَا الْحِمَالُ لَا حِمَالَ خَيْبَرْ هَذَا أَبَرُّ رَبَّنَا وَأَطْهَرْ"

"Beban ini bukanlah beban Khaibar, ini lebih baik di sisi Rabb kami dan lebih suci."

Dan juga berdoa:

"اللَّهُمَّ إِنَّ الأَجْرَ أَجْرُ الآخِرَهْ فَارْحَمِ الأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ"

"Ya Allah, sesungguhnya pahala yang sejati adalah pahala akhirat, maka rahmatilah kaum Anshar dan Muhajirin."

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini menunjukkan keutamaan kaum Anshar dan Muhajirin, serta menunjukkan bahwa amal untuk kepentingan umum (maslahat kaum Muslimin) adalah amal yang sangat dicintai Allah.

Story Telling

Ada satu pelajaran yang sangat indah dari kisah Suraqah ini. Setelah peristiwa hijrah, Suraqah bin Ju'syam masuk Islam dan menjadi seorang Muslim yang baik. Di kemudian hari, ketika Madinah ditaklukkan oleh kaum Muslimin, Suraqah hadir dan ia menunjukkan surat jaminan keamanan yang ditulis oleh Nabi ﷺ untuknya.

Dikisahkan bahwa pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khathab, ketika terjadi kebakaran besar di Madinah, Umar bertanya kepada Suraqah tentang surat tersebut. Suraqah kemudian membuka surat itu dan membacakannya. Surat itu berisi:

"هَذَا كِتَابٌ مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ لِسُرَاقَةَ بْنِ جُعْشُمٍ، لَا غُولَ وَلَا إِغْلَالَ"

"Ini adalah surat dari Muhammad, Rasulullah, untuk Suraqah bin Ju'syam. Tidak ada penipuan dan tidak ada pengkhianatan."

Surat sederhana di atas kulit ini menjadi bukti bahwa janji Nabi ﷺ adalah janji yang benar. Suraqah yang dulunya adalah pengejar hadiah untuk membunuh Nabi ﷺ, kini menjadi salah satu pembela Islam. Ini menunjukkan bahwa hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja, bahkan kepada musuh yang paling keras sekalipun.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah menyebutkan bahwa kisah ini adalah salah satu bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena peristiwa tenggelamnya kaki kuda Suraqah adalah mukjizat yang nyata dan disaksikan langsung oleh Suraqah sendiri.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits yang agung ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan:

  1. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang. Sehebat apa pun rencana musuh, jika Allah sudah berkehendak, maka semua akan gagal. Sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah: 40.
  2. Jangan pernah meremehkan doa dan usaha. Nabi ﷺ tetap berusaha dengan mengambil jalur yang aman, menyewa penunjuk jalan, dan merahasiakan perjalanan. Ini menunjukkan bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan usaha.
  3. Jadilah pemaaf. Nabi ﷺ memaafkan Suraqah yang awalnya ingin menangkapnya. Bahkan beliau menuliskan surat jaminan keamanan untuknya. Ini adalah akhlak yang mulia yang harus kita contoh.
  4. Cintailah sesama Muslim. Kaum Anshar menunggu kedatangan Nabi ﷺ dengan penuh kerinduan. Mereka menyambut beliau dengan senjata untuk melindungi. Ini adalah contoh cinta yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya.
  5. Bersemangatlah dalam membangun masjid dan tempat ibadah. Nabi ﷺ sendiri ikut mengangkut batu bata dalam pembangunan masjid. Ini menunjukkan bahwa membangun masjid adalah amal yang mulia dan dicintai Allah.
  6. Jadikan akhirat sebagai tujuan utama. Doa Nabi ﷺ "Pahala yang sejati adalah pahala akhirat" mengingatkan kita bahwa semua amal kita harus diniatkan untuk meraih pahala akhirat, bukan hanya keuntungan dunia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi