Penjelasan Hadits Bukhari No. 3860 tentang Tulang dan kotoran adalah makanan jin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah ditemani Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang membawa wadah air untuk wudhu dan bersuci. Nabi ﷺ meminta batu untuk bersuci (istijmar) dan melarang menggunakan tulang atau kotoran hewan, karena keduanya adalah makanan jin. Sebagian jin dari Nasibin datang kepada Nabi ﷺ, meminta bekal, dan beliau mendoakan agar mereka menemukan makanan pada setiap tulang dan kotoran yang mereka lewati.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib al-Anshar, Bab Dzikr al-Jinn, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keberadaan jin dan makanan mereka, Allah ﷻ berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ

QS. Al-Ahqaf [46]: 29

"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur'an. Ketika mereka menghadirinya, mereka berkata, 'Diamlah kalian!' Maka ketika (bacaan itu) selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Hurairah dalam berkhidmat kepada Nabi ﷺ, serta menetapkan adanya jin yang beriman dan bahwa mereka membutuhkan makanan. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan bahwa tulang dan kotoran hewan menjadi makanan jin mukmin, dan ini adalah karomah yang Allah berikan kepada mereka melalui doa Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Adab berkhidmat kepada Nabi ﷺ.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dengan penuh kesungguhan membawa wadah air untuk wudhu dan keperluan bersuci Nabi ﷺ. Ini menunjukkan kesungguhan para sahabat dalam melayani Rasulullah ﷺ. Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini adalah bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah melalui khidmat kepada Nabi-Nya.

Kedua: Perintah bersuci dengan batu (istijmar).

Nabi ﷺ meminta batu untuk "استنفض بها" yaitu membersihkan kemaluan setelah buang hajat. Ini menjadi dalil disyariatkannya istijmar dengan batu yang suci dan menyucikan. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam pendapat yang masyhur menyatakan bahwa istijmar sah dengan tiga batu yang menyucikan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain.

Ketiga: Larangan menggunakan tulang dan kotoran hewan untuk bersuci.

Nabi ﷺ secara tegas melarang menggunakan tulang (عظم) dan kotoran hewan (روثة) untuk bersuci. Alasan yang beliau sebutkan adalah karena keduanya adalah makanan jin. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan ini bersifat ta'abbudi (ibadah) sekaligus karena adanya illat (sebab) yang jelas, yaitu menghormati makanan jin mukmin.

Keempat: Keberadaan jin dan interaksi mereka dengan manusia.

Hadits ini menetapkan secara pasti keberadaan jin, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa delegasi jin dari Nasibin (sebuah kota di Irak) datang kepadanya. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa jin juga memiliki kehidupan, makan, minum, dan berkembang biak sebagaimana manusia, namun dengan alam yang berbeda.

Kelima: Doa Nabi ﷺ untuk jin mukmin.

Nabi ﷺ mendoakan agar jin-jin mukmin menemukan makanan pada setiap tulang dan kotoran hewan yang mereka lewati. Ini menunjukkan bahwa jin mukmin juga membutuhkan makanan, dan Allah mengabulkan doa Nabi-Nya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pemuliaan Allah kepada jin yang beriman.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama seperti Imam Malik dalam salah satu riwayat menyatakan bahwa larangan menggunakan tulang dan kotoran untuk bersuci adalah karena najisnya kotoran itu sendiri, bukan semata karena makanan jin. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah yang disebutkan dalam hadits ini secara tegas, yaitu karena keduanya adalah makanan jin. Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menguatkan pendapat ini dan menyebutkan bahwa illat yang disebutkan Nabi ﷺ adalah illat yang jelas dan harus diikuti.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi ﷺ. Beliau memiliki kebiasaan berkhidmat kepada Nabi ﷺ, termasuk membawakan air untuk wudhu dan keperluan bersuci. Pada suatu hari, ketika beliau mengikuti Nabi ﷺ dengan membawa wadah air, Nabi ﷺ bertanya, "Siapa ini?" Abu Hurairah menjawab, "Saya Abu Hurairah." Nabi ﷺ kemudian meminta batu untuk bersuci dan melarang tulang serta kotoran hewan.

Abu Hurairah segera mencari batu-batu kecil, membawanya di sudut jubahnya, dan meletakkannya di samping Nabi ﷺ. Setelah Nabi ﷺ selesai, Abu Hurairah bertanya tentang rahasia larangan tersebut. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa tulang dan kotoran adalah makanan jin. Beliau juga menceritakan bahwa delegasi jin dari Nasibin datang kepadanya, meminta bekal, dan beliau mendoakan agar mereka menemukan makanan pada setiap tulang dan kotoran yang mereka lewati.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini dalam Shahih-nya, dan Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ di hadapan jin, serta keutamaan Abu Hurairah dalam berkhidmat dan bertanya tentang ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersuci dengan batu (istijmar) disyariatkan dengan syarat menggunakan batu yang suci dan menyucikan, minimal tiga batu.
  2. Hindari menggunakan tulang dan kotoran hewan untuk bersuci, karena keduanya adalah makanan jin mukmin.
  3. Yakinlah akan keberadaan jin sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits, namun jangan sibuk dengan urusan mereka.
  4. Teladani semangat berkhidmat kepada Nabi ﷺ dan para ulama sebagaimana dicontohkan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
  5. Bertanyalah tentang ilmu ketika tidak mengetahui hikmah suatu perintah, sebagaimana Abu Hurairah bertanya kepada Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?