Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan puncak kekejaman kaum musyrikin Quraisy terhadap Nabi ﷺ, yaitu ketika 'Uqbah bin Abi Mu'aith mencekik beliau dengan kain saat sedang shalat di Hijr Ka'bah. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu segera datang membela dan mendorong 'Uqbah, lalu membacakan ayat yang menegur perbuatan mereka. Hadits ini mengajarkan keteguhan Nabi ﷺ dalam ibadah, keberanian Abu Bakar dalam membela kebenaran, dan besarnya ujian yang dihadapi generasi awal Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang dibacakan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu:
Firman Allah Ta'ala:
أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ
"Apakah kamu hendak membunuh seorang lelaki karena dia mengatakan, 'Tuhanku adalah Allah'?"
(QS. Ghafir [40]: 28)
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Ansar, Bab Apa yang Dihadapi Nabi ﷺ dan Para Sahabatnya dari Kaum Musyrikin di Makkah (no. 3856). Sanadnya: 'Ayyasy bin Al-Walid ← Al-Walid bin Muslim ← Al-Awza'i ← Yahya bin Abi Katsir ← Muhammad bin Ibrahim At-Taimi ← 'Urwah bin Az-Zubair ← Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan ulama dalam daftar:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai dalil tegas tentang besarnya gangguan kaum musyrikin kepada Nabi ﷺ, dan tentang keutamaan Abu Bakar yang berani membela Nabi ﷺ dengan jiwa dan raganya.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas riwayat serupa) menegaskan bahwa pembelaan Abu Bakar ini termasuk keutamaan besar yang menunjukkan kedudukannya di sisi Nabi ﷺ.
- Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan kisah ini sebagai bagian dari siksaan Quraisy terhadap Nabi ﷺ di fase Makkah.
Penjelasan Rinci
1. Konteks hadits.
'Urwah bin Az-Zubair (salah satu tabi'in terkemuka, termasuk dalam daftar ulama) bertanya langsung kepada Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma — seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits — tentang perbuatan paling keji yang dilakukan kaum musyrikin terhadap Nabi ﷺ. Ibnu 'Amr menjawab dengan menyebut peristiwa pencekikan di Hijr Ka'bah.
2. Hijr Ka'bah.
Hijr Ka'bah adalah area di sisi Ka'bah (sebelah utara, dekat Hijr Isma'il). Nabi ﷺ shalat di sana, dan ini menunjukkan bahwa beliau tetap menegakkan shalat meski dalam kondisi terancam. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di masa awal dakwah di Makkah, ketika Nabi ﷺ masih shalat secara terbuka di sekitar Ka'bah.
3. Perbuatan 'Uqbah bin Abi Mu'aith.
'Uqbah bin Abi Mu'aith adalah salah satu tokoh Quraisy yang paling keras memusuhi Islam. Ia meletakkan kain di leher Nabi ﷺ dan mencekiknya dengan kuat hingga beliau hampir binasa. Ini menunjukkan bahwa gangguan mereka bukan sekadar hinaan lisan, tetapi sudah sampai pada upaya pembunuhan.
4. Peran Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu.
Abu Bakar datang, menangkap bahu 'Uqbah, dan mendorongnya menjauh dari Nabi ﷺ. Lalu beliau membacakan ayat QS. Ghafir [40]: 28. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ayat ini asalnya adalah ucapan seorang mukmin dari keluarga Fir'aun (dalam konteks ayat), namun Abu Bakar membacakannya sebagai teguran langsung kepada kaum musyrikin Quraisy. Ini menunjukkan pemahaman Abu Bakar yang mendalam terhadap Al-Qur'an dan keberaniannya dalam membela Rasulullah ﷺ.
5. Keutamaan Abu Bakar.
Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar sepakat bahwa peristiwa ini termasuk dalil keutamaan Abu Bakar yang paling jelas. Ia tidak hanya membela dengan ucapan, tetapi dengan tindakan fisik, mendahulukan keselamatan Nabi ﷺ di atas keselamatan dirinya sendiri.
6. Keteguhan Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ tetap melanjutkan shalat dan dakwah meski diancam. Ini menjadi teladan bagi para dai dan penuntut ilmu agar tidak mundur karena tekanan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu juga pernah dipukuli hingga wajahnya bengkak oleh kaum musyrikin karena membela Nabi ﷺ. 'Utsman bin 'Affan dan sahabat lain juga mengalami siksaan serupa. Namun mereka semua tetap teguh.
Ibnu Katsir menyebutkan bahwa 'Uqbah bin Abi Mu'aith akhirnya dibunuh dalam Perang Badar sebagai tawanan, dan Nabi ﷺ mengingatkan bahwa ia adalah orang yang pernah mencekik beliau. Ini menunjukkan bahwa kezaliman tidak akan dibiarkan Allah tanpa balasan.
Hikmahnya: pembelaan terhadap kebenaran, meski berat, adalah jalan para sahabat. Abu Bakar mengajarkan bahwa cinta kepada Nabi ﷺ harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan hanya ucapan.
Kesimpulan Praktis
- Tegakkan shalat dalam kondisi apa pun. Nabi ﷺ tetap shalat meski diancam, menunjukkan shalat adalah benteng utama seorang mukmin.
- Bela kebenaran dengan hikmah dan keberanian. Abu Bakar membela Nabi ﷺ dengan tindakan dan ucapan.
- Jangan takut kepada kezaliman manusia. Allah akan membalas setiap kezaliman pada waktunya.
- Teladani akhlak Nabi ﷺ. Beliau tidak membalas dengan kekerasan, tetapi tetap berdakwah dengan lembut.
- Hormati dan cintai para sahabat. Mereka adalah generasi terbaik yang telah mengorbankan segalanya untuk Islam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.