Bab Pernikahan Nabi ﷺ dengan Khadijah dan Keutamaannya
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، قَالَ كَتَبَ إِلَىَّ هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ، هَلَكَتْ قَبْلَ أَنْ يَتَزَوَّجَنِي، لِمَا كُنْتُ أَسْمَعُهُ يَذْكُرُهَا، وَأَمَرَهُ اللَّهُ أَنْ يُبَشِّرَهَا بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ، وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ فَيُهْدِي فِي خَلاَئِلِهَا مِنْهَا مَا يَسَعُهُنَّ.
Aisyah berkata: "Aku tidak merasa cemburu kepada istri-istri Nabi ﷺ seperti aku cemburu kepada Khadijah, padahal dia telah meninggal sebelum aku menikah dengannya, karena aku sering mendengar beliau menyebutnya, dan Allah telah memerintahkan beliau untuk memberinya kabar gembira bahwa dia akan memiliki sebuah istana dari Qasab (yaitu pipa-pipa dari batu permata dan mutiara di surga), dan setiap kali beliau menyembelih seekor domba, beliau akan mengirimkan bagian yang baik untuk teman-teman wanitanya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
