Penjelasan Hadits Bukhari No. 3789 tentang Keutamaan rumah-rumah kaum Ansar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyebutkan urutan keutamaan rumah-rumah (kabilah) Ansar, dengan Banu An-Najjar di urutan pertama, lalu Banu Abdul Asyhal, Banu Al-Harits bin Al-Khazraj, dan Banu Sa'idah. Meski demikian, beliau ﷺ menegaskan bahwa seluruh rumah Ansar memiliki kebaikan. Sa'd bin Ubadah sempat merasa kaumnya tidak disebut, lalu ditenangkan bahwa keutamaan itu bukan berarti merendahkan yang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Keutamaan Rumah-Rumah Ansar, dari Abu Usaid (sahabat, radhiyallahu 'anhu), melalui jalur Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (tabi'in) dari Anas bin Malik.

Teks hadits (potongan utama):

خَيْرُ دُورِ الْأَنْصَارِ بَنُو النَّجَّارِ، ثُمَّ بَنُو عَبْدِ الْأَشْهَلِ، ثُمَّ بَنُو الْحَارِثِ بْنِ خَزْرَجٍ، ثُمَّ بَنُو سَاعِدَةَ، وَفِي كُلِّ دُورِ الْأَنْصَارِ خَيْرٌ

Terjemahan: "Sebaik-baik rumah Ansar adalah Banu An-Najjar, kemudian Banu Abdul Asyhal, kemudian Banu Al-Harits bin Khazraj, kemudian Banu Sa'idah. Dan di setiap rumah Ansar terdapat kebaikan."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan Ansar secara umum:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

QS. At-Taubah [9]: 100

Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup seluruh Ansar, dan Allah memuji mereka secara keseluruhan — sehingga keutamaan sebagian kabilah atas yang lain tidak berarti mencabut keutamaan yang lain.

Penjelasan Rinci

1. Makna penyebutan urutan kabilah.

Nabi ﷺ menyebutkan empat kabilah Ansar secara berurutan. Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan ini bukanlah bentuk merendahkan yang lain, karena beliau langsung menutupnya dengan kalimat:

وَفِي كُلِّ دُورِ الْأَنْصَارِ خَيْرٌ

"Dan di setiap rumah Ansar terdapat kebaikan."

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa keutamaan ini berkaitan dengan sebab-sebab tertentu, seperti kedekatan rumah mereka dengan masjid Nabi ﷺ, banyaknya sahabat besar dari kabilah tersebut, atau peran mereka dalam peristiwa-peristiwa penting. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mencela kabilah Ansar lainnya.

2. Sikap Sa'd bin Ubadah.

Sa'd bin Ubadah berasal dari Banu Sa'idah, yang disebut di urutan terakhir. Beliau berkata: "Saya melihat Nabi ﷺ telah memfavoritkan sebagian orang di atas kami." Ini menunjukkan kejujuran perasaan manusiawi, namun beliau tidak menentang atau membantah Nabi ﷺ. Lalu ada yang menjawab: "Beliau telah memfavoritkan kalian atas banyak orang."

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa jawaban ini menenangkan Sa'd: kalian memang disebut terakhir di antara empat, tetapi masih banyak kabilah lain yang tidak disebut sama sekali — sehingga kalian tetap dalam keutamaan.

3. Adab dalam memahami keutamaan.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa keutamaan yang disebut Nabi ﷺ adalah ketetapan wahyu, bukan penilaian manusia. Tugas kita adalah menerima dan tidak menjadikannya alat perpecahan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa pujian Allah dan Rasul-Nya kepada suatu kaum adalah motivasi untuk meneladani amal mereka, bukan untuk berbangga-bangga.

4. Perbedaan pendapat ulama.

Sebagian ulama (seperti Ibnu Hajar) menyebutkan bahwa urutan ini bisa jadi berdasarkan kedekatan rumah dengan masjid Nabawi. Sebagian lain (seperti Al-Bukhari sendiri dengan menyebutkan bab ini) menekankan bahwa ini murni keutamaan yang Allah berikan. Yang paling kuat: urutan ini adalah ketetapan Nabi ﷺ yang wajib kita terima, dan tetap disertai pengakuan bahwa seluruh Ansar memiliki kebaikan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, rumah-rumah Ansar saling berlomba untuk menjamu beliau. Setiap kabilah ingin Nabi ﷺ singgah di rumah mereka. Namun beliau ﷺ bersabda: "Biarkan untaku, karena ia diperintah." Unta itu akhirnya berhenti di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari dari Banu An-Najjar — kabilah yang disebut pertama dalam hadits ini.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa peristiwa ini menambah kemuliaan Banu An-Najjar, karena rumah mereka menjadi tempat singgah pertama Nabi ﷺ di Madinah. Namun beliau juga menegaskan bahwa seluruh Ansar berbagi kemuliaan dalam menerima Nabi ﷺ dan kaum Muhajirin.

Hikmahnya: keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian hamba tidak boleh menumbuhkan kesombongan, dan tidak boleh membuat yang lain merasa terhina — karena semua yang beriman dan beramal saleh memiliki bagian kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Terima ketetapan Nabi ﷺ tentang keutamaan tanpa membantah atau memperdebatkan.
  2. Jangan jadikan keutamaan sebagai alat perpecahan antar kabilah, suku, atau kelompok.
  3. Teladani amal Ansar: kedermawanan, kesetiaan, dan pengorbanan untuk Islam.
  4. Sadari bahwa setiap mukmin memiliki kebaikan — sebagaimana Nabi ﷺ menegaskan "di setiap rumah Ansar ada kebaikan."
  5. Jaga adab Sa'd bin Ubadah: beliau menyampaikan perasaannya dengan sopan, tidak menentang, dan menerima penjelasan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?