Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan kaum Ansar di sisi Nabi ﷺ, sampai beliau bersabda bahwa beliau akan mengikuti jalan mereka dan seandainya bukan karena hijrah, beliau akan menjadi salah seorang dari Ansar. Ini bukan berarti beliau meninggalkan keutamaan hijrah, melainkan bentuk pengakuan dan penghargaan atas jasa Ansar yang telah melindungi dan menolong beliau. Abu Hurairah pun menegaskan bahwa ucapan Nabi ﷺ itu benar dan tidak berlebihan, karena Ansar memang telah berjasa besar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Ansar, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.
Teks hadits:
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَوْ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ ﷺ "لَوْ أَنَّ الأَنْصَارَ سَلَكُوا وَادِيًا أَوْ شِعْبًا، لَسَلَكْتُ فِي وَادِي الأَنْصَارِ، وَلَوْلاَ الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنَ الأَنْصَارِ". فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ مَا ظَلَمَ بِأَبِي وَأُمِّي، آوَوْهُ وَنَصَرُوهُ. أَوْ كَلِمَةً أُخْرَى.
Terjemahan ringkas:
"Jika Ansar menempuh sebuah lembah atau celah gunung, aku akan menempuh lembah Ansar. Dan seandainya bukan karena hijrah, aku akan menjadi seorang dari Ansar." Abu Hurairah berkata: "Beliau tidak zalim, demi ayah dan ibuku, mereka telah melindungi dan menolongnya."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan Ansar:
QS. At-Taubah [9]: 100
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
QS. Al-Hasyr [59]: 9
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Terjemahan: "Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka, mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka; dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, meskipun mereka sendiri dalam kesempitan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan kedudukan mulia kaum Ansar, yaitu penduduk Madinah dari suku Aus dan Khazraj yang menerima Islam dan menolong Nabi ﷺ serta kaum Muhajirin. Nabi ﷺ bersabda bahwa jika Ansar menempuh suatu lembah atau celah gunung, beliau akan menempuh lembah mereka. Ini adalah ungkapan kecintaan, penghormatan, dan pengakuan atas jasa mereka.
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Keutamaan Ansar, yang menunjukkan bahwa beliau ingin menegaskan keutamaan mereka sebagai bagian dari aqidah dan kecintaan kepada sahabat. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "aku akan menempuh lembah Ansar" menunjukkan beliau lebih memilih jalan mereka, sebagai bentuk penghormatan dan doa kebaikan untuk mereka.
Adapun sabda "seandainya bukan karena hijrah, aku akan menjadi seorang dari Ansar", para ulama menjelaskan bahwa ini bukan berarti beliau menyesali hijrah atau meninggalkan keutamaan Muhajirin. Hijrah adalah kewajiban dan keutamaan yang agung. Maknanya adalah: seandainya hijrah tidak diwajibkan atas beliau, dan beliau bebas memilih, niscaya beliau memilih menjadi bagian dari Ansar karena besarnya jasa dan kecintaan beliau kepada mereka. Ini seperti seseorang berkata, "Seandainya bukan karena kewajiban ini, aku akan tinggal bersamamu." Bukan berarti ia meninggalkan kewajiban, tetapi menunjukkan kecintaan.
Ibnu Hajar juga menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda, "Seandainya orang-orang Ansar menempuh suatu jalan, aku akan menempuh jalan mereka." Ini menunjukkan keutamaan mereka secara umum.
Abu Hurairah رضي الله عنه, sebagai perawi hadits, menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak zalim dalam ucapannya. Artinya, beliau tidak berlebihan atau mengurangi hak siapa pun. Ansar memang berhak mendapatkan pujian itu karena mereka telah memberikan perlindungan (āwawhu) dan pertolongan (nasharuhu) kepada Nabi ﷺ. Abu Hurairah berkata, "Demi ayah dan ibuku sebagai tebusan baginya," yang merupakan ungkapan kecintaan dan pengagungan.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ansar dan larangan mencela mereka. Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama Ahlus Sunnah lainnya menegaskan bahwa mencintai Ansar adalah bagian dari iman, dan membenci mereka adalah tanda kemunafikan, sebagaimana hadits lain yang shahih.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kaum Ansar adalah orang-orang yang telah menempati Madinah dan beriman sebelum kedatangan Muhajirin, mereka mencintai Muhajirin dan mengutamakan mereka atas diri sendiri. Ini adalah puncak akhlak Islam.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, kaum Ansar menyambut beliau dengan penuh suka cita. Mereka membagi harta dan rumah mereka dengan kaum Muhajirin. Saat itu, Nabi ﷺ mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar. Kaum Ansar rela memberikan separuh harta mereka kepada saudara-saudara Muhajirin. Mereka juga berjuang bersama Nabi ﷺ dalam berbagai peperangan, seperti Badar, Uhud, dan Khandaq.
Suatu ketika, Nabi ﷺ melihat kaum Ansar bekerja keras dan menangis karena kecintaan kepada mereka, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari kalian." (HR. Al-Bukhari). Dalam hadits lain, beliau bersabda, "Tanda iman adalah mencintai Ansar, dan tanda kemunafikan adalah membenci Ansar." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Abu Hurairah, yang masuk Islam belakangan dan bukan dari Ansar, tetap mengakui keutamaan mereka. Ia berkata, "Mereka telah melindungi dan menolong Nabi ﷺ." Ini menunjukkan bahwa keutamaan Ansar diakui oleh semua sahabat, termasuk Muhajirin dan lainnya.
Kesimpulan Praktis
- Cintailah kaum Ansar dan para sahabat Nabi ﷺ secara umum, karena mencintai mereka adalah bagian dari iman.
- Ketahuilah bahwa keutamaan Ansar telah ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih.
- Jangan mencela atau merendahkan mereka, karena Nabi ﷺ sendiri memuji dan mengakui jasa mereka.
- Teladani akhlak Ansar dalam hal kedermawanan, pengorbanan, dan kecintaan kepada saudara seiman.
- Pahami bahwa sabda Nabi ﷺ "aku akan menjadi seorang dari Ansar" adalah bentuk penghormatan, bukan penyesalan terhadap hijrah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.