Bab Keutamaan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu
حَدَّثَنَا مُوسَى، عَنْ أَبِي عَوَانَةَ، عَنْ مُغِيرَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، دَخَلْتُ الشَّأْمَ فَصَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ، فَقُلْتُ اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي جَلِيسًا. فَرَأَيْتُ شَيْخًا مُقْبِلاً، فَلَمَّا دَنَا قُلْتُ أَرْجُو أَنْ يَكُونَ اسْتَجَابَ. قَالَ مِنْ أَيْنَ أَنْتَ قُلْتُ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ. قَالَ أَفَلَمْ يَكُنْ فِيكُمْ صَاحِبُ النَّعْلَيْنِ وَالْوِسَادِ وَالْمِطْهَرَةِ أَوَلَمْ يَكُنْ فِيكُمُ الَّذِي أُجِيرَ مِنَ الشَّيْطَانِ أَوَلَمْ يَكُنْ فِيكُمْ صَاحِبُ السِّرِّ الَّذِي لاَ يَعْلَمُهُ غَيْرُهُ كَيْفَ قَرَأَ ابْنُ أُمِّ عَبْدٍ {وَاللَّيْلِ} فَقَرَأْتُ {وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى * وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى * وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى}. قَالَ أَقْرَأَنِيهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَاهُ إِلَى فِيَّ، فَمَا زَالَ هَؤُلاَءِ حَتَّى كَادُوا يَرُدُّونِي.
Dari Alqamah, ia berkata: "Aku pergi ke Syam dan sedang melaksanakan shalat dua rakaat; aku berkata, 'Ya Allah! Berikanlah aku teman yang baik.' Kemudian aku melihat seorang tua mendekat, dan ketika ia mendekat, aku berkata dalam hati, 'Semoga Allah telah mengabulkan permintaanku.' Orang itu bertanya, 'Dari mana kamu?' Aku menjawab, 'Aku dari penduduk Kufah.' Ia berkata, 'Bukankah di antara kalian ada pembawa (sandal) Nabi, siwak, dan wadah air wudhu? Bukankah di antara kalian ada orang yang diberikan perlindungan dari setan? Dan bukankah di antara kalian ada orang yang menyimpan rahasia Nabi yang tidak diketahui orang lain? Bagaimana Ibn Um Abd (yaitu Abdullah bin Mas'ud) membaca surat Al-Lail?' Aku membaca: 'Demi malam ketika menutupi, dan demi siang ketika terang benderang. Dan demi laki-laki dan perempuan.' (92.1-3) Lalu Abu Darda berkata, 'Demi Allah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk membaca ayat ini setelah mendengarnya, tetapi orang-orang ini (dari Syam) berusaha keras untuk membuatku mengatakan sesuatu yang berbeda.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
