Bab Keutamaan Zaid bin Haritsah, Pelayan Nabi ﷺ
Shahih
haddatsana khalidu ibnu makhladin, haddatsana sulaymanu, qala haddatsani abdu allahi ibnu dinarin, an abdi allahi ibni umara rdh allah nhm qala baatsa annabiyyu batsan, waammara alayhim usamaha ibna zaydin, fathaana badhu annasi fi imaratihi, faqala annabiyyu " in tathunu fi imaratihi faqad kuntum tathununa fi imarahi abihi min qablu, waymu allahi, in kana lakhaliqan lilimarahi, wain kana lamin ahabbi annasi ilaa, wainna hadza lamin ahabbi annasi ilaa badahu ".
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar: "Nabi ﷺ mengutus sebuah pasukan di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. Ketika beberapa orang mengkritik kepemimpinannya, Nabi ﷺ bersabda, 'Jika kalian mengkritik kepemimpinan Usamah, berarti kalian juga pernah mengkritik kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah! Dia layak untuk memimpin dan merupakan salah satu orang yang paling saya cintai, dan (sekarang) ini (yaitu Usamah) adalah salah satu yang paling saya cintai setelahnya (yaitu Zaid)."