Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 373 tentang Larangan shalat dengan pakaian bermotif yang mengganggu kekhusyukan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah adab dan etika yang sangat penting dalam shalat, yaitu menjaga kekhusyukan. Nabi ﷺ memberikan contoh nyata bahwa jika ada sesuatu dari pakaian atau lingkungan yang dapat mengganggu konsentrasi shalat, maka hendaknya dihilangkan atau diganti. Ini menunjukkan betapa agungnya shalat di sisi Allah dan betapa seriusnya kita harus berusaha untuk hadir dengan hati yang penuh penghambaan di hadapan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Jika Ia Shalat Dalam Pakaian yang Memiliki Tanda", nomor 373, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha.

Teks Hadits (sebagaimana yang tertera):

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى فِي خَمِيصَةٍ لَهَا أَعْلاَمٌ، فَنَظَرَ إِلَى أَعْلاَمِهَا نَظْرَةً، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ " اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَائْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ، فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلاَتِي "

Terjemahan: Aisyah berkata: "Nabi ﷺ shalat dalam sebuah Khamisa (pakaian persegi) yang memiliki tanda. Selama shalat, beliau melihat tanda-tanda tersebut. Ketika selesai shalat, beliau berkata: 'Bawakan Khamisa ini kepada Abu Jahm dan ambilkan saya Inbijaniya (pakaian wol tanpa tanda) karena Khamisa ini telah mengalihkan perhatian saya dari shalat.'"

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2)

Ayat ini menunjukkan bahwa kekhusyukan adalah ruh dan inti dari shalat. Hadits di atas adalah bentuk praktis dari perintah Allah ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Menjaga Kekhusyukan Shalat: Ini adalah pelajaran utama. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fath al-Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menjaga hatinya dari segala sesuatu yang dapat memalingkannya dari Allah. Beliau adalah manusia yang paling sempurna ibadahnya, namun tetap memberikan perhatian serius pada hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi. Ini adalah pengajaran bagi kita untuk berusaha semaksimal mungkin menghadirkan hati dalam shalat.
  2. Menghilangkan Gangguan: Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa tindakan Nabi ﷺ mengganti pakaian yang bergambar/tanda dengan pakaian polos adalah bentuk saddu adz-dzari'ah (menutup jalan menuju keburukan). Jika ada sesuatu yang berpotensi mengganggu shalat, maka menghilangkannya adalah bagian dari kesempurnaan ibadah. Ini juga berlaku untuk hal lain, seperti mematikan TV, menjauhkan mainan anak, atau memilih tempat yang tenang untuk shalat.
  3. Bolehnya Mengganti Pakaian: Hadits ini juga menunjukkan bahwa mengganti pakaian di tengah-tengah aktivitas (setelah shalat) adalah perkara yang dibolehkan, terlebih jika ada maslahat (kebaikan) di dalamnya.
  4. Perhatian pada Penampilan: Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menyebutkan bahwa hadits ini juga mengajarkan adab berpakaian. Sebaiknya seorang muslim memilih pakaian yang sederhana dan tidak mencolok saat shalat, agar tidak menjadi sumber gangguan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
  5. Kesungguhan Nabi ﷺ: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menukil perkataan para ulama bahwa sikap Nabi ﷺ ini menunjukkan kesungguhan beliau dalam beribadah. Beliau tidak menganggap remeh gangguan sekecil apapun dalam shalat. Ini adalah teladan yang sangat agung.

Poin penting: Hadits ini tidak menunjukkan bahwa melihat tanda pada pakaian membatalkan shalat. Yang terjadi adalah Nabi ﷺ merasa hal itu mengurangi kesempurnaan kekhusyukan, sehingga beliau mengambil langkah preventif untuk masa-masa berikutnya.

Story Telling

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan dari ulama salaf yang menunjukkan betapa mereka sangat menjaga kekhusyukan shalat. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang seseorang yang shalat, lalu ada seekor burung yang hinggap di depannya. Beliau berkata, "Jika ia mampu untuk tidak membiarkan burung itu mengganggunya, maka lakukanlah." Ini menunjukkan bahwa para ulama sangat memahami bahwa gangguan sekecil apapun harus dihilangkan agar shalat menjadi sempurna.

Kisah lain, dari Al-Hasan al-Bashri, beliau berkata, "Wahai anak Adam, shalatmu adalah tempatmu bermunajat kepada Rabbmu. Maka perhatikanlah dengan siapa engkau bermunajat dan apa yang engkau ucapkan. Sesungguhnya seorang hamba tidak akan mendapatkan pahala dari shalatnya kecuali sesuai dengan kadar kekhusyukannya."

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa menjaga shalat dari gangguan bukanlah perkara sepele, melainkan bagian dari warisan para ulama yang sangat mereka jaga.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan untuk Khusyuk: Sebelum shalat, niatkan dan berdoalah kepada Allah agar diberikan kekhusyukan.
  2. Siapkan Tempat dan Pakaian: Pilihlah tempat yang tenang dan pakaian yang sederhana, tidak mencolok, dan tidak memiliki gambar atau tulisan yang dapat mengganggu pandangan.
  3. Hilangkan Gangguan: Matikan atau jauhkan benda-benda yang berpotensi mengalihkan perhatian, seperti handphone, TV, atau mainan anak.
  4. Fokus pada Makna Bacaan: Usahakan untuk memahami arti dari ayat-ayat dan doa yang dibaca dalam shalat, agar hati lebih mudah hadir.
  5. Jadikan Hadits Ini sebagai Motivasi: Jika Nabi ﷺ yang maksum saja sangat menjaga shalatnya dari gangguan, maka kita yang penuh dengan kekurangan ini tentu harus berusaha lebih keras lagi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.