Bab Keutamaan Zubair bin Al-Awwam
Shahih
haddatsana khalidu ibnu makhladin, haddatsana aliyyu ibnu mushirin, an hisyami ibni urwaha, an abihi, qala akhbarani marwanu ibnu alhakami, qala ashaba utsmana ibna affana ruafun syadidun sanaha arruafi, hatta habasahu ani alhajji waawsha, fadakhala alayhi rajulun min quraysyin qala astakhlif. qala waqaluhu qala naam. qala waman fasakata, fadakhala alayhi rajulun akharu ahsibuhu alharitsa faqala astakhlif. faqala utsmanu waqalu faqala naam. qala waman huwa fasakata qala falaallahum qalu azzubayra qala naam. qala ama waadzi nafsi biyadihi innahu lakhayruhum ma alimtu, wain kana lahabbahum ila rasuli allahi.
Diriwayatkan dari Marwan bin Al-Hakam: 'Uthman bin 'Affan terkena mimisan parah pada tahun ketika penyakit tersebut menyebar dan itu menghalanginya untuk melaksanakan Haji, dan (karena itu) ia membuat wasiatnya. Seorang laki-laki dari Quraish datang kepadanya dan berkata, 'Tunjuklah penggantimu.' 'Uthman bertanya, 'Apakah orang-orang menyebutnya? (yaitu pengganti)'. Laki-laki itu berkata, 'Ya.' 'Uthman bertanya, 'Siapa itu?' Laki-laki itu diam. Laki-laki lain datang kepada 'Uthman dan saya pikir itu Al-Harith. Ia juga berkata, 'Tunjuklah penggantimu.' 'Uthman bertanya, 'Apakah orang-orang menyebutnya?' Laki-laki itu menjawab, 'Ya.' 'Uthman berkata, 'Siapa itu?' Laki-laki itu diam. 'Uthman berkata, 'Mungkin mereka menyebut Az-Zubair?' Laki-laki itu berkata, 'Ya.' 'Uthman berkata, 'Demi Dia yang di Tangan-Nya hidupku, dia adalah yang terbaik dari mereka yang saya tahu, dan yang paling dicintai di sisi Rasulullah ﷺ.'