Bab Keutamaan Keluarga Rasulullah ﷺ
Shahih
haddatsana yahya ibnu qazaaha, haddatsana ibrahimu ibnu sadin, an abihi, an urwaha, an aisyaha rdh allah nh qalat daa annabiyyu fathimaha abnatahu fi syakwahu adzi qubidha fiha, fasarraha bisyain fabakat, tsumma daaha fasarraha fadhahikat, qalat fasaaltuha an dzalika. faqalat sarrani annabiyyu faakhbarani annahu yuqbadhu fi wajaihi adzi tuwuffiya fihi fabakaytu, tsumma sarrani faakhbarani anni awwalu ahli baytihi atbauhu fadhahiktu.
Aisyah berkata: Nabi ﷺ memanggil putrinya Fatimah saat sakit yang menyebabkan beliau wafat, dan memberitahunya sebuah rahasia, sehingga ia menangis. Kemudian beliau memanggilnya lagi dan memberitahunya sebuah rahasia, sehingga ia tertawa. Ketika saya bertanya kepadanya tentang hal itu, ia menjawab, "Nabi ﷺ berbicara kepadaku secara rahasia dan memberitahuku bahwa beliau akan wafat dalam sakit yang menyebabkan beliau wafat, maka saya menangis. Kemudian beliau berbicara kepadaku secara rahasia dan memberitahuku bahwa saya akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang mengikutinya (setelah wafatnya), dan karena itu saya tertawa."