Bab Keutamaan Ja'far bin Abi Talib
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ دِينَارٍ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيُّ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ النَّاسَ، كَانُوا يَقُولُونَ أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ. وَإِنِّي كُنْتُ أَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِبَعِ بَطْنِي، حَتَّى لاَ آكُلُ الْخَمِيرَ، وَلاَ أَلْبَسُ الْحَبِيرَ، وَلاَ يَخْدُمُنِي فُلاَنٌ وَلاَ فُلاَنَةُ، وَكُنْتُ أُلْصِقُ بَطْنِي بِالْحَصْبَاءِ مِنَ الْجُوعِ، وَإِنْ كُنْتُ لأَسْتَقْرِئُ الرَّجُلَ الآيَةَ هِيَ مَعِي كَىْ يَنْقَلِبَ بِي فَيُطْعِمَنِي، وَكَانَ أَخْيَرَ النَّاسِ لِلْمِسْكِينِ جَعْفَرُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، كَانَ يَنْقَلِبُ بِنَا فَيُطْعِمُنَا مَا كَانَ فِي بَيْتِهِ، حَتَّى إِنْ كَانَ لَيُخْرِجُ إِلَيْنَا الْعُكَّةَ الَّتِي لَيْسَ فِيهَا شَىْءٌ، فَنَشُقُّهَا فَنَلْعَقُ مَا فِيهَا.
Abu Hurairah berkata: "Orang-orang biasa mengatakan, 'Abu Hurairah meriwayatkan terlalu banyak riwayat.' Sebenarnya saya selalu dekat dengan Rasulullah (ﷺ) dan puas dengan apa yang mengisi perut saya. Saya tidak makan roti yang mengandung ragi dan tidak mengenakan pakaian yang dihias, dan tidak pernah seorang laki-laki atau perempuan melayani saya, dan saya sering menempelkan perut saya ke kerikil karena lapar, dan saya biasa meminta seorang lelaki untuk membacakan ayat Al-Qur'an kepada saya meskipun saya sudah mengetahuinya, agar dia membawa saya ke rumahnya dan memberi makan saya. Dan orang yang paling dermawan kepada orang miskin adalah Ja'far bin Abi Talib. Dia biasa membawa kami ke rumahnya dan menawarkan apa yang tersedia di dalamnya. Dia bahkan memberi kami wadah kulit kosong (mentega) yang kami belah dan menjilat apa yang ada di dalamnya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
