Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3690 tentang Bab Keutamaan Umar bin Khattab Abu Hafsh Al-Qurasyi Al-Adawi رضي الله عنه

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, karena Nabi ﷺ bersaksi bahwa mereka berdua termasuk orang yang membenarkan berita tentang serigala yang berbicara kepada seorang penggembala. Ini adalah mukjizat Nabi ﷺ dan bukti keimanan yang kokoh dari kedua sahabat utama tersebut, meskipun mereka tidak hadir saat kejadian.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an (Terkait keimanan kepada yang ghaib):

QS. Al-Baqarah [2]: 3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

“Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Hadits:

Hadits riwayat Imam Al-Bukhari no. 3690, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang seorang penggembala yang dombanya diambil serigala, lalu serigala itu berkata: “Siapa yang akan menjaganya pada hari binatang buas, tidak ada penggembala selain aku?” Maka Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh aku beriman kepadanya, begitu pula Abu Bakar dan Umar.” Padahal saat itu Abu Bakar dan Umar tidak ada di tempat.

Kaitan dengan Ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (7/42) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar dan Umar karena mereka berdua termasuk orang yang membenarkan berita-berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ, meskipun tidak menyaksikannya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (15/168) mengatakan bahwa ini adalah mukjizat Nabi ﷺ, dan keimanan Abu Bakar serta Umar adalah teladan bagi umat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Keutamaan Sahabat, bab keutamaan Umar bin Khattab. Kisahnya: seorang penggembala sedang menggembalakan dombanya, lalu serigala datang dan mengambil seekor domba. Penggembala mengejar dan berhasil merebutnya kembali. Kemudian serigala itu menoleh dan berkata, “Siapa yang akan menjaga domba ini pada hari binatang buas (hari kiamat atau hari ketika binatang buas berkeliaran) ketika tidak ada penggembala selain aku?” Ini adalah perkataan yang aneh dan di luar kebiasaan, sehingga orang-orang yang mendengar dari Nabi ﷺ pun heran dan bertasbih.

Nabi ﷺ kemudian menegaskan bahwa beliau sendiri percaya akan kejadian itu, dan begitu pula Abu Bakar serta Umar, meskipun mereka tidak hadir saat peristiwa itu terjadi. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa maksudnya adalah bahwa Abu Bakar dan Umar termasuk orang yang paling cepat membenarkan berita-berita ghaib yang disampaikan Nabi ﷺ, karena keimanan mereka yang kokoh. Ini menunjukkan bahwa mereka berdua memiliki kedudukan tinggi dalam hal keimanan dan keyakinan kepada hal-hal yang tidak tampak.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin (1/234) menambahkan bahwa hadits ini juga mengandung mukjizat Nabi ﷺ, karena beliau memberitakan sesuatu yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu. Serigala yang berbicara adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang terjadi pada zaman Nabi ﷺ.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (1/89) mengatakan bahwa keimanan Abu Bakar dan Umar kepada berita ini adalah bukti bahwa mereka berdua adalah orang-orang yang paling teguh dalam membenarkan wahyu, sehingga layak menjadi khalifah setelah Nabi ﷺ.

Story Telling

Kisah Keimanan Abu Bakar yang Kokoh:

Diriwayatkan dari Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa an-Nihayah (3/174), bahwa ketika Nabi ﷺ menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj kepada orang-orang Quraisy, banyak yang mendustakan. Namun Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu langsung berkata, “Jika beliau yang mengatakan, maka pasti benar.” Karena sikapnya ini, ia dijuluki Ash-Shiddiq (yang sangat membenarkan). Ini menunjukkan bahwa keimanan Abu Bakar kepada berita ghaib dari Nabi ﷺ sangat kuat, sebagaimana dalam hadits serigala ini.

Hikmah:

Keimanan yang kokoh kepada berita-berita ghaib dari Nabi ﷺ adalah ciri orang beriman sejati. Abu Bakar dan Umar adalah teladan dalam hal ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah kepada semua berita yang disampaikan Nabi ﷺ, meskipun tampak di luar kebiasaan akal, karena itu adalah mukjizat dan tanda kebenaran beliau.
  2. Teladani keimanan Abu Bakar dan Umar yang langsung membenarkan tanpa ragu.
  3. Jangan heran atau mengingkari mukjizat yang terjadi pada para nabi dan wali, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  4. Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk memperkuat keimanan kepada hal-hal ghaib yang diberitakan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.