Penjelasan Hadits Bukhari No. 3677 tentang Keutamaan Abu Bakar dan Umar serta kedekatan mereka dengan Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, karena Nabi ﷺ sering menyebut mereka bertiga dalam satu konteks kebersamaan. Ucapan Ali bin Abi Thalib di depan jenazah Umar menunjukkan pengakuan beliau terhadap keutamaan kedua sahabat tersebut dan harapan agar Umar dikumpulkan bersama Nabi ﷺ dan Abu Bakar di akhirat. Ini juga menjadi dalil penting tentang sikap Ahlus Sunnah dalam mencintai dan mengakui keutamaan para sahabat secara berurutan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Fadhail ash-Shahabah, Bab Pernyataan Nabi ﷺ "Seandainya aku mengambil seorang kekasih" (no. 3677), dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits yang disebutkan memuat ucapan Ali bin Abi Thalib:

فَإِنْ كُنْتُ لأَرْجُو أَنْ يَجْعَلَكَ اللَّهُ مَعَهُمَا

"Maka sungguh aku berharap Allah mengumpulkanmu bersama keduanya (Nabi ﷺ dan Abu Bakar)."

Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan para sahabat secara umum:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

QS. At-Taubah [9]: 100

"Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup seluruh generasi awal sahabat, dan yang paling utama di antara mereka adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali radhiyallahu 'anhum. Ini adalah urutan keutamaan yang disepakati Ahlus Sunnah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Keutamaan Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma.

Nabi ﷺ menyebut kebersamaan beliau dengan Abu Bakar dan Umar dalam berbagai keadaan: "Aku bersama Abu Bakar dan Umar", "Aku melakukan sesuatu bersama Abu Bakar dan Umar", "Aku berangkat bersama Abu Bakar dan Umar". Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan berulang ini menunjukkan kedudukan istimewa keduanya, dan bahwa kebersamaan yang dimaksud bukan sekadar kebersamaan fisik, tetapi juga kebersamaan dalam iman, amal, dan kedudukan di sisi Allah.

Kedua: Ucapan Ali bin Abi Thalib sebagai pengakuan keutamaan.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu — yang merupakan menantu Nabi ﷺ dan salah satu sahabat utama — secara terbuka menyatakan harapannya agar Umar dikumpulkan bersama Nabi ﷺ dan Abu Bakar. Ini menunjukkan bahwa Ali mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas beliau sendiri. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa sikap Ali ini adalah bukti kuat bahwa tidak ada perselisihan di antara sahabat tentang urutan keutamaan: Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman, lalu Ali.

Ketiga: Sikap Ahlus Sunnah terhadap para sahabat.

Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dinukil oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah, menegaskan bahwa termasuk pokok Ahlus Sunnah adalah mencintai para sahabat Nabi ﷺ, menyebut kebaikan mereka, dan memohon ampunan untuk mereka. Imam Al-Barbahari dalam Syarhus Sunnah juga menegaskan bahwa tidak boleh mencela seorang pun dari sahabat Nabi ﷺ, dan wajib mengakui keutamaan mereka sebagaimana yang ditetapkan oleh dalil-dalil.

Keempat: Doa untuk orang yang telah meninggal.

Hadits ini juga menunjukkan bolehnya mendoakan rahmat dan kebaikan bagi orang yang telah meninggal, khususnya bagi orang-orang shalih. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa untuk mayit muslim adalah sunnah yang dianjurkan, dan semakin utama jika mayit tersebut memiliki keutamaan dalam Islam.

Kelima: Perbedaan pendapat yang disebutkan sebagian kalangan.

Sebagian kalangan di luar Ahlus Sunnah berusaha menafsirkan ucapan Ali ini sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Namun Imam Ibnu Hajar al-Asqalani membantah tafsiran ini dengan tegas, karena justru ucapan Ali menunjukkan pengakuan dan harapan agar Umar dikumpulkan bersama mereka berdua di akhirat — yang tidak mungkin diucapkan oleh seseorang yang tidak mengakui keutamaan mereka. Pendapat yang paling kuat dan sesuai dalil adalah pendapat Ahlus Sunnah: Ali mengakui dan mencintai Abu Bakar dan Umar, dan hadits ini adalah salah satu buktinya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu wafat dan jenazahnya diletakkan di atas tempat tidur, orang-orang berkumpul dan mendoakan beliau. Di antara mereka hadir Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat muda yang cerdas dan banyak meriwayatkan hadits.

Ibnu Abbas menceritakan: "Aku sedang berdiri di antara orang-orang yang mendoakan Umar, ketika tiba-tiba seseorang di belakangku meletakkan sikunya di atas bahuku dan berkata, 'Semoga Allah merahmatimu, wahai Umar. Sungguh aku selalu berharap Allah mengumpulkanmu bersama dua sahabatmu, karena aku sering mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Aku bersama Abu Bakar dan Umar, aku melakukan sesuatu bersama Abu Bakar dan Umar, aku berangkat bersama Abu Bakar dan Umar.'"

Ibnu Abbas berkata: "Aku menoleh, dan ternyata orang itu adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu."

Kisah ini menunjukkan betapa besar kecintaan Ali kepada Abu Bakar dan Umar, dan betapa beliau mengakui keutamaan mereka. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fadhail ash-Shahabah menyebutkan kisah ini sebagai salah satu bukti kuat bahwa para sahabat saling mencintai dan mengakui keutamaan satu sama lain, dan bahwa perselisihan yang dinisbahkan kepada mereka oleh sebagian kalangan adalah tidak benar.

Kesimpulan Praktis

  1. Akui dan cintai keutamaan para sahabat — khususnya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu 'anhum, sesuai urutan keutamaan yang ditetapkan dalil.
  2. Jangan mencela sahabat Nabi ﷺ — karena mencela mereka berarti mencela agama yang mereka bawa dan sampaikan kepada kita.
  3. Boleh mendoakan rahmat bagi orang shalih yang telah wafat — sebagaimana Ali mendoakan Umar di depan jenazahnya.
  4. Teladani sikap Ali bin Abi Thalib — yang meskipun memiliki kedudukan mulia, tetap mengakui dan menghormati keutamaan Abu Bakar dan Umar.
  5. Jauhi ghuluw (berlebihan) dan sikap merendahkan — baik terhadap sahabat maupun terhadap sesama muslim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?