Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang munculnya kelompok khawarij di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang tampak sangat bersemangat dalam beragama, banyak membaca Al-Qur'an, namun pemahaman mereka dangkal dan sesat. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Nabi ﷺ memerintahkan untuk memerangi mereka karena kerusakan yang mereka timbulkan, dan orang yang membunuh mereka akan mendapat pahala di sisi Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman tentang sifat orang-orang yang keluar dari kebenaran:
QS. Ali Imran [3]: 105
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang besar."
Ayat ini menggambarkan bahaya perpecahan dan kesesatan setelah datangnya kebenaran, sebagaimana yang dilakukan oleh khawarij.
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib, Bab Tanda-tanda Kenabian dalam Islam, no. 3611. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab az-Zakat, Bab Mencela Khawarij, no. 1066.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang larangan berpecah belah dan sifat munafik sering dikaitkan dengan kemunculan khawarij. Beliau merujuk pada hadits-hadits shahih tentang ciri-ciri mereka.
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan secara rinci tentang hadits ini. Beliau mengatakan bahwa yang dimaksud "qawmun hadatsa'ul asnan" adalah orang-orang muda yang baru belajar agama namun belum matang pemahamannya. "Sufaha'ul ahlām" artinya akal mereka dangkal dan bodoh. Mereka membaca Al-Qur'an dengan suara merdu namun pemahaman mereka tidak melebihi tenggorokan, artinya tidak meresap ke dalam hati.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa khawarij adalah kelompok yang pertama kali muncul dalam sejarah Islam. Mereka keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah dan mengkafirkan kaum muslimin karena dosa-dosa besar.
Penjelasan Rinci
Hadits ini dimulai dengan pernyataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu tentang kehati-hatiannya dalam meriwayatkan hadits. Beliau lebih memilih jatuh dari langit daripada berdusta atas nama Nabi ﷺ. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan hadits dan betapa besar dosa berdusta atas nama Rasulullah.
Kemudian Ali menyampaikan sabda Nabi ﷺ tentang tanda kenabian yang akan terjadi di akhir zaman. Ada beberapa poin penting dalam hadits ini:
- "Akan datang pada akhir zaman sekelompok orang muda yang bodoh" - Ini menunjukkan bahwa khawarij biasanya berasal dari kalangan pemuda yang baru belajar agama namun belum mendalam ilmunya. Mereka memiliki semangat tinggi tetapi kurang pemahaman.
- "Mereka menggunakan ucapan terbaik dari semua manusia" - Maksudnya adalah Al-Qur'an. Mereka banyak membaca dan menghafal Al-Qur'an, bahkan suara mereka merdu saat membacanya. Namun pemahaman mereka dangkal dan menyimpang.
- "Iman mereka tidak akan melewati tenggorokan mereka" - Artinya iman mereka hanya di lisan, tidak meresap ke dalam hati. Mereka beramal dengan lahiriah tanpa pemahaman yang benar.
- "Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang mengenai sasaran" - Ini adalah perumpamaan yang sangat kuat. Anak panah yang melesat dari busur tidak kembali lagi. Demikian pula khawarij, mereka keluar dari Islam dengan cepat dan tidak kembali.
- "Maka di mana pun kalian menemui mereka, bunuhlah mereka" - Perintah ini bersifat kondisional, yaitu ketika mereka memerangi kaum muslimin dan memberontak terhadap pemimpin yang sah. Ini bukan perintah untuk membunuh setiap orang yang berbeda pendapat.
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa sahabat-sahabat Nabi seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, dan Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhum memerangi khawarij ketika mereka memberontak.
Imam Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa khawarij adalah kelompok yang pertama kali keluar dari jamaah kaum muslimin. Mereka memiliki ciri khas: mengkafirkan pelaku dosa besar, memberontak terhadap pemimpin yang sah, dan menghalalkan darah kaum muslimin.
Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa khawarij yang memberontak harus diperangi oleh pemerintah yang sah. Adapun orang-orang yang hanya memiliki pemikiran khawarij tetapi tidak memberontak, maka mereka diberi nasihat dan diajari.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa suatu ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengirimkan kepala khawarij yang terbunuh kepada Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya akan keluar dari umat ini suatu kaum yang membaca Al-Qur'an, namun bacaan mereka tidak melebihi tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Kemudian mereka tidak akan kembali lagi ke dalam agama seperti anak panah yang tidak kembali ke busurnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk."
Kisah ini menunjukkan betapa bahayanya kelompok khawarij. Mereka adalah orang-orang yang rajin beribadah, namun karena pemahaman yang salah, mereka menjadi sesat dan menyesatkan.
Kesimpulan Praktis
- Hati-hati dalam menerima ilmu agama - Jangan mudah terpengaruh oleh orang-orang yang baru belajar namun sudah berani berfatwa. Ilmu agama harus dipelajari dari ulama yang benar-benar ahli dan memiliki sanad yang bersambung.
- Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim - Khawarij adalah contoh nyata bahaya sikap mudah mengkafirkan. Seorang muslim tidak boleh mengkafirkan saudaranya karena dosa atau kesalahan yang tidak sampai pada derajat kekufuran.
- Pentingnya pemahaman yang benar - Membaca Al-Qur'an dan hadits saja tidak cukup. Harus dipahami dengan bimbingan ulama yang mengikuti pemahaman salafus shalih.
- Taat kepada pemimpin muslim dalam kebaikan - Khawarij memberontak terhadap pemimpin yang sah. Seorang muslim wajib taat kepada pemimpin selama tidak memerintahkan maksiat.
- Waspada terhadap kelompok ekstrem - Hadits ini adalah peringatan agar kita tidak terjerumus ke dalam pemikiran ekstrem yang mengatasnamakan agama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.