Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3610 tentang Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu mukjizat dan tanda kenabian Nabi ﷺ yang sangat agung. Beliau mengabarkan tentang munculnya sekelompok orang yang menampakkan ibadah sangat banyak (shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an) namun hakikatnya mereka keluar dari agama seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Ciri fisik salah satu pemimpin mereka juga disebutkan secara gamblang, dan kemudian terbukti pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib dalam perang melawan kelompok Khawarij. Hadits ini mengajarkan kita agar tidak tertipu oleh amalan lahiriah semata, dan agar waspada terhadap sikap berlebihan dalam beragama yang menyimpang dari pemahaman para sahabat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan, Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam, no. 3610, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang larangan berlebih-lebihan dalam agama:

QS. An-Nisa' [4]: 171

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ

"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar."

Ayat ini meskipun ditujukan kepada Ahli Kitab, namun para ulama menjadikannya sebagai prinsip umum larangan ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama. Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa larangan ini mencakup semua umat, karena ghuluw adalah sikap melampaui batas yang telah ditetapkan Allah.

Hadits terkait yang juga diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

يَخْرُجُ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ قَوْمٌ تَحْقِرُونَ صَلَاتَكُمْ مَعَ صَلَاتِهِمْ، يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

"Akan keluar di tengah umat ini suatu kaum yang kalian meremehkan shalat kalian dibanding shalat mereka. Mereka membaca Al-Qur'an namun tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah yang melesat dari busurnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Kejadian Awal Hadits

Saat Nabi ﷺ membagikan harta rampasan perang atau sedekah, datanglah seorang laki-laki bernama Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim yang dengan lancang berkata, "Wahai Rasulullah, berlaku adillah!" Ini adalah bentuk keberanian yang tercela, karena menuduh Nabi ﷺ tidak adil dalam pembagian.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa perkataan orang ini adalah bentuk kekurangajaran dan kebodohan, karena Nabi ﷺ adalah manusia yang paling adil dan paling baik dalam membagikan harta.

2. Jawaban Nabi ﷺ yang Tegas

Nabi ﷺ menjawab dengan tegas: "Celakalah kamu! Siapa yang bisa berlaku adil jika aku tidak? Aku akan menjadi orang yang sangat merugi jika aku tidak berlaku adil." Ini menunjukkan bahwa keadilan Nabi ﷺ adalah keadilan yang sempurna, dan tuduhan orang tersebut adalah kebatilan yang nyata.

3. Permintaan Umar dan Jawaban Nabi

Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu yang sangat cemburu kepada agama Allah meminta izin untuk memenggal kepala orang tersebut. Namun Nabi ﷺ melarangnya dan bersabda: "Biarkan dia, karena dia memiliki teman-teman..." Ini menunjukkan bahwa membunuh orang yang masih menampakkan keislaman tidak boleh dilakukan, meskipun ucapannya buruk. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan ini karena orang tersebut masih mengucapkan syahadat dan menampakkan keislaman.

4. Sifat-Sifat Kelompok Sesat

Nabi ﷺ menggambarkan kelompok ini dengan sifat-sifat yang sangat detail:

  • Ibadah mereka sangat banyak sehingga shalat dan puasa sahabat terasa kecil dibanding mereka
  • Mereka membaca Al-Qur'an dengan banyak, namun tidak melewati tenggorokan mereka, artinya Al-Qur'an tidak masuk ke dalam hati mereka dan tidak mereka amalkan
  • Mereka keluar dari agama seperti anak panah yang melesat dari busurnya, artinya mereka keluar dengan sangat cepat dan tidak tersisa sedikit pun dari agama
  • Tanda pemimpin mereka adalah seorang laki-laki hitam dengan salah satu lengannya seperti payudara wanita

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa sifat "membaca Al-Qur'an tidak melewati tenggorokan" berarti mereka membaca namun tidak memahami, tidak merenungkan, dan tidak mengamalkan. Bacaan mereka hanya sampai di mulut dan tenggorokan, tidak sampai ke hati.

5. Bukti Kebenaran Nabi ﷺ

Abu Sa'id Al-Khudri bersaksi bahwa ia mendengar langsung hadits ini dari Nabi ﷺ, dan ia juga menyaksikan ketika Ali bin Abi Thalib memerangi kelompok tersebut (Khawarij) pada perang Nahrawan. Ketika dicari orang yang memiliki ciri seperti yang disebutkan Nabi ﷺ, ditemukanlah laki-laki hitam dengan lengannya seperti payudara wanita, persis seperti yang digambarkan.

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan bahwa Ali bin Abi Thalib memerangi Khawarij dan mencari tanda yang disebutkan Nabi ﷺ. Ketika ditemukan, Ali bersujud syukur karena membenarkan sabda Nabi ﷺ.

6. Pelajaran tentang Khawarij

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah dasar dalam mengenali kelompok Khawarij yang memiliki ciri:

  • Berlebih-lebihan dalam ibadah
  • Menuduh sesat dan kafir kepada kaum muslimin yang tidak sepaham
  • Memberontak kepada pemimpin muslim yang sah
  • Menganggap dirinya paling benar dan paling saleh

Imam Asy-Syafi'i dan para ulama lainnya sepakat bahwa kelompok Khawarij adalah kelompok sesat yang wajib diperangi jika mereka memberontak kepada pemimpin yang sah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu selesai memerangi kelompok Khawarij di Nahrawan, para sahabatnya mencari-cari tanda yang disebutkan Nabi ﷺ. Mereka menemukan seorang laki-laki hitam yang salah satu lengannya seperti payudara wanita, persis seperti yang digambarkan oleh Nabi ﷺ.

Maka Ali bin Abi Thalib pun bersujud syukur, dan berkata, "Demi Allah, aku tidak berbohong dan tidak dibohongi. Rasulullah ﷺ telah mengabarkan kepada kami tentang hal ini." Kemudian ia berkata kepada para sahabatnya, "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah bersabda bahwa akan keluar dari umat ini suatu kaum yang membaca Al-Qur'an namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tanda mereka adalah seorang laki-laki hitam dengan salah satu lengannya seperti payudara wanita. Dan sungguh aku telah melihat tanda itu pada orang ini."

Peristiwa ini menjadi bukti nyata kebenaran sabda Nabi ﷺ dan menunjukkan bahwa beliau benar-benar menerima wahyu dari Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang gaib.

Kesimpulan Praktis

  1. Waspada terhadap sikap berlebihan dalam beragama (ghuluw), karena inilah pangkal kesesatan Khawarij dan kelompok-kelompok sesat lainnya.
  2. Jangan tertipu oleh banyaknya ibadah lahiriah seseorang, karena yang terpenting adalah ibadah yang sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ dan pemahaman para sahabat.
  3. Al-Qur'an harus dibaca dengan tadabbur (perenungan) dan diamalkan, bukan sekadar dibaca banyak namun tidak masuk ke dalam hati.
  4. Menjaga adab kepada ulama dan pemimpin, tidak mudah menuduh mereka tidak adil atau sesat tanpa dasar yang benar.
  5. Hadits ini adalah bukti kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau mengabarkan hal gaib yang kemudian terbukti persis seperti yang beliau katakan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.