Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam
Shahih
haddatsana abu nuaymin, haddatsana zakariyyau, qala haddatsani amirun, qala haddatsani jabirun rdh allah nh anna abahu, tuwuffiya waalayhi daynun, faataytu annabiyya faqultu inna abi taraka alayhi daynan walaysa indi ila ma yukhriju nakhluhu, wala yablughu ma yukhriju sinina ma alayhi, fanthaliq mai lika la yufhisya alaa alghuramau. famasya hawla baydarin min bayadiri attamri fadaa tsamma akhara, tsumma jalasa alayhi faqala " anziuhu ". faawfahumu adzi lahum, wabaqiya mitslu ma athahum.
Diriwayatkan Jabir: Ayahku meninggal dalam keadaan berutang. Maka aku datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, ‘Ayahku (meninggal) meninggalkan utang yang belum dibayar, dan aku tidak memiliki apa-apa kecuali hasil dari pohon kurmanya; dan hasilnya selama bertahun-tahun tidak akan mencukupi utangnya. Jadi tolong datang bersamaku, agar para kreditor tidak berbuat buruk padaku.’ Nabi ﷺ mengelilingi salah satu tumpukan kurma dan berdoa (kepada Allah), kemudian melakukan hal yang sama dengan tumpukan lainnya dan duduk di atasnya dan berkata, ‘Ukurlah (untuk mereka).’ Dia membayar hak-hak mereka dan yang tersisa sama banyaknya dengan yang telah dibayarkan kepada mereka.