Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu mukjizat terbesar Nabi ﷺ yang termasuk tanda-tanda kenabian. Ketika pasukan Muslimin di Hudaibiyah kehabisan air dan sumur telah kering, Nabi ﷺ berkumur lalu meludahkan airnya ke dalam sumur. Dengan izin Allah, sumur itu memancarkan air yang melimpah sehingga 1.400 orang dan seluruh hewan tunggangan mereka bisa minum sampai puas. Ini menunjukkan keberkahan doa dan tawassul dengan Nabi ﷺ pada saat beliau masih hidup, serta bukti nyata kebenaran risalah beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, dan Imam Al-Bukhari memuatnya dalam Shahih-nya pada Kitab Manaqib, Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam, no. 3577. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman tentang mukjizat para nabi yang serupa, sebagai pelajaran bahwa air dan rezeki semuanya dari Allah:
QS. Al-Anbiya' [21]: 30
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
"Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?"
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dalam daftar rujukan menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang mukjizat Nabi ﷺ, seperti keluarnya air dari jari-jari beliau, memancarnya air dari sumur yang kering, dan makanan yang sedikit menjadi banyak, adalah bagian dari dalail an-nubuwwah (bukti-bukti kenabian) yang wajib diimani. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan secara panjang lebar tentang hadits ini dan mukjizat-mukjizat serupa, menegaskan bahwa ini adalah karamah dan mukjizat yang nyata.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menceritakan peristiwa yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah, yaitu saat Perjanjian Hudaibiyah. Jumlah pasukan Muslimin saat itu adalah 1.400 orang. Mereka kehabisan air, dan sumur di Hudaibiyah telah mereka timba habis hingga tidak tersisa setetes pun. Ini adalah kondisi yang sangat kritis, karena tanpa air, pasukan akan kehausan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Kemudian Nabi ﷺ duduk di tepi sumur, meminta air untuk berkumur, lalu memuntahkannya (majja) ke dalam sumur. Setelah itu, sumur tersebut mengeluarkan air yang banyak, sehingga seluruh pasukan dan hewan tunggangan mereka dapat minum sampai puas.
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Mukjizat yang Nyata: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah mukjizat yang jelas, karena sumur yang kering tidak mungkin mengeluarkan air sebanyak itu tanpa campur tangan Allah. Ini adalah salah satu dari sekian banyak mukjizat Nabi ﷺ yang diriwayatkan secara mutawatir.
- Keberkahan Air Ludah Nabi ﷺ: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa air ludah Nabi ﷺ adalah salah satu sarana keberkahan yang Allah jadikan pada diri beliau. Ini adalah kekhususan yang diberikan Allah kepada para nabi-Nya. Namun, perlu dipahami bahwa ini adalah mukjizat yang khusus terjadi pada masa hidup beliau, dan tidak boleh dijadikan dalil untuk tawassul dengan benda-benda peninggalan beliau setelah wafat dengan cara yang menyelisihi syariat.
- Tanda Kenabian: Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab "Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam" karena peristiwa ini adalah bukti nyata bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Tidak mungkin seseorang dapat mengeluarkan air dari sumur yang kering hanya dengan berkumur, kecuali dengan izin Allah.
- Keutamaan Sahabat: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa peristiwa ini juga menunjukkan keutamaan para sahabat, karena mereka adalah orang-orang yang menyaksikan langsung mukjizat ini dan menjadi perantara penyampaiannya kepada kita.
- Pelajaran tentang Tawakal: Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan bahwa meskipun pasukan Muslimin dalam kondisi sulit, mereka tidak putus asa. Mereka tetap bertawakal kepada Allah dan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ. Ini adalah pelajaran bahwa dalam setiap kesulitan, ada jalan keluar dari Allah bagi hamba-Nya yang beriman.
Story Telling
Peristiwa Hudaibiyah adalah salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah Islam. Pasukan Muslimin berjumlah 1.400 orang berjalan kaki dan menunggang hewan, menempuh perjalanan jauh dari Madinah menuju Makkah untuk berumrah. Namun, mereka dihadang oleh kaum Quraisy dan akhirnya terjadi perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah.
Di tengah perjalanan, mereka berhenti di Hudaibiyah yang saat itu hanya memiliki satu sumur. Pasukan yang kehausan segera menimba air, namun sumur itu cepat kering. Mereka panik karena tidak ada sumber air lain di sekitar. Saat itu, Nabi ﷺ duduk di tepi sumur dan meminta air untuk berkumur. Setelah berkumur, beliau meludahkannya ke dalam sumur yang kering itu. Seketika, air memancar deras dari sumur tersebut, cukup untuk memenuhi kebutuhan 1.400 orang dan seluruh hewan tunggangan mereka.
Sahabat Al-Bara' bin 'Azib yang meriwayatkan hadits ini berkata: "Kami tinggal tidak jauh, lalu kami mengambil air dari sumur tersebut dan memuaskan dahaga kami, bahkan hewan tunggangan kami pun minum hingga puas." Ini adalah kesaksian langsung dari seorang sahabat yang menyaksikan mukjizat ini dengan mata kepalanya sendiri.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman. Ketika manusia merasa sudah tidak ada jalan keluar, Allah mampu memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Talaq [65]: 3:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."
Kesimpulan Praktis
- Imani mukjizat Nabi ﷺ sebagai bagian dari tanda-tanda kenabian yang wajib diyakini, karena hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih.
- Ambil pelajaran tentang tawakal — dalam setiap kesulitan, yakinlah bahwa Allah mampu memberikan jalan keluar.
- Teladani ketenangan Nabi ﷺ — dalam kondisi krisis, beliau tetap tenang dan bertawakal kepada Allah, bukan panik atau putus asa.
- Jangan menjadikan mukjizat ini sebagai dalil untuk tawassul yang menyelisihi syariat — mukjizat ini adalah kekhususan Nabi ﷺ pada masa hidupnya, dan kita beribadah kepada Allah sesuai tuntunan beliau, bukan dengan cara-cara yang tidak dicontohkan.
- Perbanyak membaca sirah Nabawiyah untuk menambah keimanan dan kecintaan kepada Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.