Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3572 tentang Mukjizat air mengalir dari jari-jari Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu mukjizat terbesar Nabi ﷺ, yaitu keluarnya air dari sela-sela jari tangan beliau yang mulia. Dengan air yang sedikit dalam satu bejana, sekitar tiga ratus orang sahabat dapat berwudhu. Ini adalah bukti nyata kenabian dan kekuasaan Allah yang diberikan kepada Rasul-Nya, sebagaimana mukjizat nabi-nabi sebelumnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Manāqib (Keutamaan-keutamaan), Bab "Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam", no. 3572, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِإِنَاءٍ وَهُوَ بِالزَّوْرَاءِ، فَوَضَعَ يَدَهُ فِي الإِنَاءِ، فَجَعَلَ الْمَاءُ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ، فَتَوَضَّأَ الْقَوْمُ. قَالَ قَتَادَةُ: قُلْتُ لِأَنَسٍ: كَمْ كُنْتُمْ؟ قَالَ: ثَلَاثَمِائَةٍ، أَوْ زُهَاءَ ثَلَاثِمِائَةٍ.

Makna Ringkas:

Sebuah bejana berisi air dibawa kepada Nabi ﷺ di tempat bernama Az-Zaura' (dekat Madinah). Beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana itu, lalu air memancar deras dari sela-sela jari beliau. Dengan air itu, seluruh sahabat yang berjumlah sekitar tiga ratus orang dapat berwudhu.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Mukjizat ini adalah bentuk dukungan Allah kepada para nabi-Nya. Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.'" (QS. Ghafir [40]: 60)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengabulkan doa dan kebutuhan para hamba-Nya yang shalih, terlebih lagi para nabi-Nya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat hissiyyah (mukjizat yang dapat dirasakan dengan panca indera) yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ sebagai bukti kebenaran risalahnya.

1. Penjelasan Imam Al-Bukhari dan Qatadah

Imam Al-Bukhari memasukkannya dalam bab "Tanda-Tanda Kenabian" karena mukjizat ini adalah bukti nyata bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Qatadah, seorang tabi'in besar yang meriwayatkan hadits ini dari Anas, menegaskan bahwa jumlah sahabat saat itu mencapai tiga ratus orang atau hampir tiga ratus. Ini menunjukkan betapa besarnya air yang keluar dari jari-jari Nabi ﷺ, padahal hanya dari satu bejana kecil.

2. Penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Az-Zaura' adalah sebuah tempat di pinggiran Madinah. Beliau juga menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi pada saat Perang Tabuk atau peristiwa lainnya, dan ini adalah salah satu mukjizat yang disaksikan banyak orang. Ibnu Hajar menegaskan bahwa keluarnya air dari jari-jari Nabi ﷺ adalah perkara yang mustahil secara kebiasaan, tetapi Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Penjelasan Imam An-Nawawi

Meskipun hadits ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga membahas hadits serupa (Muslim no. 2279) dan menjelaskan bahwa mukjizat ini menunjukkan kemuliaan Nabi ﷺ dan bahwa Allah memberikan kekuatan luar biasa kepada para nabi-Nya sebagai bukti kenabian.

4. Pelajaran dari Mukjizat Ini

  • Kekuasaan Allah: Air yang sedikit menjadi cukup untuk ratusan orang. Ini mengajarkan kita bahwa rezeki dan pertolongan Allah tidak terbatas pada sebab-sebab lahiriah.
  • Keberkahan: Tangan Nabi ﷺ adalah sumber keberkahan. Ini mengingatkan kita untuk mencari keberkahan dalam hal-hal yang Allah ridhai, bukan pada hal-hal yang haram.
  • Keimanan kepada yang ghaib: Mukjizat ini menguatkan keyakinan kita bahwa Allah mampu melakukan apa saja, dan bahwa Nabi ﷺ benar-benar utusan-Nya.

5. Perbedaan Pendapat Ulama

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama Ahlus Sunnah tentang keabsahan dan kemuliaan mukjizat ini. Semua ulama dalam daftar rujukan kita—dari Qatadah, Al-Bukhari, hingga Ibnu Hajar—sepakat bahwa ini adalah mukjizat yang shahih dan wajib diimani.

Story Telling

Suatu ketika, para sahabat merasa kehausan dan membutuhkan air untuk berwudhu. Mereka berada di tempat yang jauh dari sumber air. Lalu, dibawalah sebuah bejana berisi air yang sedikit kepada Nabi ﷺ. Dengan tenang, beliau memasukkan tangan mulianya ke dalam bejana itu. Seketika, air memancar deras dari sela-sela jari beliau, seperti mata air yang mengalir. Para sahabat yang berjumlah sekitar tiga ratus orang pun bergantian berwudhu dengan air tersebut, hingga semuanya selesai tanpa berkurang sedikit pun.

Peristiwa ini bukan hanya menunjukkan kekuasaan Allah, tetapi juga kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya. Beliau tidak membiarkan para sahabatnya kesulitan, dan Allah memberikan kemudahan melalui mukjizat ini. Kisah ini mengajarkan kita bahwa ketika kita berada dalam kesulitan, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang beriman sendirian. Pertolongan Allah datang dari arah yang tidak kita duga.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani mukjizat Nabi ﷺ sebagai bagian dari akidah Ahlus Sunnah, karena ini adalah dalil kenabian yang shahih.
  2. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu nyata, sebagaimana Allah menolong Nabi-Nya dengan mukjizat ini.
  3. Jadikan kisah ini sebagai penguat iman ketika menghadapi kesulitan hidup, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  4. Teladani kasih sayang Nabi ﷺ yang selalu berusaha memudahkan urusan umatnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.