Bab Sifat Nabi ﷺ
Shahih
haddatsana alhasanu ibnu asshabbahi, haddatsana muhammadu ibnu sabiqin, haddatsana maliku ibnu mighwalin, qala samitu awna ibna abi juhayfaha, dzakara an abihi, qala dufitu ila annabiyyi wahwa bialabthahi fi qubbahin kana bialhajirahi, kharaja bilalun fanada biasshalahi, tsumma dakhala faakhraja fadhla wadhui rasuli allahi, fawaqaa annasu alayhi yakhudzuna minhu, tsumma dakhala faakhraja alanazaha, wakharaja rasulu allahi kaanni anzhuru ila wabishi saqayhi farakaza alanazaha, tsumma shalla azzhuhra rakatayni waalashra rakatayni, yamurru bayna yadayhi alhimaru waalmarahu.
Diriwayatkan dari Abu Juhaifa: Suatu ketika saya pergi kepada Nabi ﷺ di siang hari ketika beliau berada di Al-Abtah (beristirahat) di dalam sebuah tenda. Bilal keluar (dari tenda) dan mengumandangkan Adzan untuk shalat, kemudian masuk lagi dan membawa air yang tersisa setelah Rasulullah ﷺ melakukan wudhu. Orang-orang bergegas untuk mengambil sebagian air tersebut. Bilal kembali masuk dan membawa sebuah tongkat yang bercabang, lalu Rasulullah ﷺ keluar. Seolah-olah saya sekarang melihat keputihan kakinya. Bilal menancapkan tongkat tersebut dan Nabi ﷺ melaksanakan shalat Zuhur dua rakaat dan shalat Ashar dua rakaat, sementara wanita dan keledai lewat di depan Nabi (di luar tongkat).