Penjelasan Hadits Bukhari No. 3535 tentang Nabi Muhammad penutup para nabi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi terakhir yang melengkapi bangunan kenabian. Para nabi sebelumnya seperti bagian-bagian bangunan yang indah, dan kedatangan beliau ﷺ menyempurnakan bangunan itu. Tidak ada lagi nabi setelah beliau, dan syariat beliau adalah penutup seluruh syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan (Manaqib), Bab Penutup Para Nabi, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ، إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ، وَيَقُولُونَ هَلاَّ وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ، وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

Terjemahan: "Perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah dengan baik dan indah, kecuali satu tempat yang kosong dari satu batu bata di sudutnya. Maka orang-orang berkeliling dan mengagumi keindahannya, tetapi mereka berkata: 'Seandainya batu bata ini diletakkan di tempatnya!' Maka akulah batu bata itu, dan akulah penutup para nabi."

Dalil Al-Qur'an yang menguatkan makna hadits ini:

QS. Al-Ahzab [33]: 40

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Terjemahan: "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

  1. Makna perumpamaan bangunan: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para nabi diumpamakan seperti bangunan yang sempurna. Setiap nabi membawa syariat dan petunjuk yang menjadi bagian dari bangunan tersebut. Nabi Muhammad ﷺ adalah "batu bata" terakhir yang melengkapi bangunan itu. Tanpa beliau, bangunan kenabian belum sempurna.
  2. Kedudukan Nabi ﷺ sebagai penutup para nabi: Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah aqidah yang harus diyakini setiap Muslim. Beliau adalah nabi terakhir, dan syariatnya berlaku hingga hari kiamat.
  3. Keindahan bangunan kenabian: Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa para nabi sebelumnya membawa ajaran tauhid yang sama, namun syariat mereka berbeda-beda sesuai dengan kaumnya. Nabi Muhammad ﷺ datang dengan syariat yang sempurna dan universal untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
  4. Pelajaran tentang kesempurnaan syariat: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa syariat Nabi Muhammad ﷺ adalah syariat yang paling sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi. Barangsiapa yang mencari petunjuk selain petunjuk beliau, maka ia telah tersesat.
  5. Perbedaan pendapat ulama: Para ulama dalam daftar sepakat bahwa hadits ini menunjukkan kenabian Muhammad ﷺ sebagai penutup. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Imam Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa kenabian telah berakhir dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, dan tidak ada nabi setelah beliau.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, suatu ketika Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabatnya tentang perumpamaan ini. Para sahabat yang mendengar hadits ini memahami betul maknanya. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang paling banyak menghafal hadits Nabi ﷺ. Beliau menyampaikan hadits ini kepada generasi setelahnya agar umat Islam memahami kedudukan Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi terakhir.

Dalam kisah lain, Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang hadits ini, dan beliau menegaskan bahwa ini adalah dalil yang jelas bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad ﷺ. Imam Ahmad juga mengingatkan bahwa siapa yang mengklaim ada nabi setelah beliau, maka ia telah kafir.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada kenabian Muhammad ﷺ sebagai nabi terakhir: Setiap Muslim wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi setelah beliau.
  2. Mengikuti sunnah Nabi ﷺ: Karena beliau adalah nabi terakhir, maka kita wajib mengikuti sunnah beliau dalam ibadah dan muamalah.
  3. Mencintai Nabi ﷺ: Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan Nabi ﷺ. Kita harus mencintai beliau lebih dari cinta kepada diri sendiri dan keluarga.
  4. Menjauhi klaim kenabian: Barangsiapa yang mengklaim dirinya nabi atau mengikuti klaim kenabian, maka ia telah keluar dari Islam.
  5. Bersyukur atas nikmat Islam: Kita harus bersyukur karena telah diutus kepada kita nabi terakhir yang membawa syariat sempurna.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?