Penjelasan Hadits Bukhari No. 3441 tentang Ciri fisik Isa dan Dajjal dalam mimpi Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sifat fisik Nabi Isa عليه السلام dan Dajjal melalui mimpi Nabi ﷺ saat thawaf di Ka'bah. Nabi Isa digambarkan berkulit coklat (sawo matang), berambut lurus, dan kepalanya meneteskan air. Sedangkan Dajjal digambarkan berkulit merah, gemuk, berambut keriting, dan buta mata kanannya. Hadits ini juga menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah menyebut Isa berkulit merah, dan bahwa orang yang paling mirip dengan Dajjal adalah Ibnu Qathan dari suku Khuza'ah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ahadits al-Anbiya', dari jalur Az-Zuhri dari Salim dari ayahnya (Abdullah bin Umar رضي الله عنهما).

Hadits terkait lainnya yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan lainnya, namun sesuai batasan sumber, kita fokus pada riwayat Al-Bukhari ini.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kisah Maryam dan Isa عليه السلام:

QS. Maryam [19]: 16-17

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Maryam di dalam Al-Kitab (Al-Qur'an), ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur."

QS. Maryam [19]: 22

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

"Maka ia (Maryam) mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri (dengan membawa kandungannya) ke tempat yang jauh."

Ayat-ayat ini menjadi konteks bab yang disebutkan Al-Bukhari, yaitu tentang Maryam yang menjauh dari keluarganya.

Penjelasan Rinci

Makna Umum Hadits:

Hadits ini berisi penjelasan Nabi ﷺ tentang sifat-sifat fisik Nabi Isa عليه السلام dan Dajjal yang beliau lihat dalam mimpi. Abdullah bin Umar رضي الله عنهما bersumpah "Demi Allah" untuk menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah mengatakan Isa berkulit merah (أحمر), karena ada sebagian orang yang keliru memahami atau menukil hadits. Yang benar, Nabi ﷺ menyebut Isa sebagai "آدَم" (adam) yaitu berkulit coklat/sawo matang, bukan merah.

Penjelasan Ulama:

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan mimpi Nabi ﷺ yang merupakan bagian dari wahyu, sehingga apa yang beliau lihat dalam mimpi tersebut adalah benar dan dapat dijadikan hujjah. Beliau juga menjelaskan bahwa penafian Abdullah bin Umar terhadap penyebutan "ahmar" (merah) untuk Isa adalah bentuk koreksi terhadap riwayat yang salah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa sifat "آدَم" (adam) berarti kulit yang cenderung coklat atau sawo matang, bukan putih pucat dan bukan merah. Sedangkan "سبط الشعر" berarti rambut yang lurus dan tidak keriting. Adapun "يهادى بين رجلين" berarti beliau berjalan dengan dipapah atau dituntun oleh dua orang, yang menunjukkan keadaan lemah atau baru bangun dari tidur.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan tafsirnya menjelaskan bahwa mimpi Nabi ﷺ tentang Isa dan Dajjal adalah mimpi yang benar, dan sifat-sifat yang disebutkan adalah sifat hakiki keduanya. Beliau juga menyebutkan bahwa Dajjal digambarkan dengan sifat-sifat yang sangat jelas agar umat dapat mengenali dan berhati-hati terhadapnya.

Sifat-sifat Nabi Isa عليه السلام dalam hadits ini:

  1. آدَم — berkulit coklat/sawo matang
  2. سبط الشعر — berambut lurus
  3. ينطف رأسه ماء — kepalanya meneteskan air (menunjukkan baru bangun atau keadaan tertentu)
  4. يهادى بين رجلين — berjalan di antara dua orang (dipapah/dituntun)

Sifat-sifat Dajjal dalam hadits ini:

  1. أحمر — berkulit merah
  2. جسيم — berbadan besar/gemuk
  3. جعد الرأس — berambut keriting
  4. أعور عينه اليمنى — buta mata kanannya
  5. كأن عينه عنبة طافية — matanya seperti anggur yang menonjol

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang makna "أعور" pada Dajjal. Sebagian memahami secara hakiki bahwa mata kanannya benar-benar buta. Sebagian lain memahami bahwa itu adalah kiasan dari rusaknya penglihatan batinnya. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah pemahaman hakiki, karena hadits-hadits lain secara tegas menyebutkan bahwa Dajjal buta sebelah matanya, dan ini adalah tanda yang Allah berikan agar hamba-Nya mengenalinya.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Hadi al-Arwah menjelaskan bahwa sifat-sifat Dajjal yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih adalah tanda-tanda yang jelas bagi orang beriman untuk mengenali dan menjauhinya. Beliau menekankan bahwa mengenal sifat Dajjal adalah bagian dari iman kepada hari akhir.

Tentang Ibnu Qathan:

Az-Zuhri menjelaskan bahwa Ibnu Qathan adalah seorang lelaki dari suku Khuza'ah yang meninggal di masa jahiliyah. Penyebutan kemiripan Dajjal dengannya adalah untuk memberikan gambaran konkret kepada para sahabat yang mengenal orang tersebut.

Story Telling

Diceritakan bahwa Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, seorang sahabat yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, bersumpah dengan nama Allah untuk mengoreksi kesalahpahaman tentang sifat Nabi Isa. Beliau mendengar ada yang menyebut bahwa Nabi ﷺ mengatakan Isa berkulit merah, maka beliau segera menegaskan bahwa yang benar adalah "adam" (coklat). Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat menjaga keakuratan riwayat, bahkan dalam hal sifat fisik sekalipun.

Dalam mimpi Nabi ﷺ yang mulia, beliau melihat dua sosok yang sangat berbeda: Isa عليه السلام yang berwajah lembut dan Dajjal yang berwajah menakutkan. Mimpi ini adalah bagian dari kabar ghaib yang Allah perlihatkan kepada Nabi-Nya, agar umat Islam mengenali tanda-tanda akhir zaman.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, dan apa yang dilihat Nabi ﷺ tentang Isa dan Dajjal adalah benar-benar terjadi di alam mimpi yang merupakan bagian dari kenabian.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengenal sifat Nabi Isa عليه السلام — beliau berkulit coklat, berambut lurus, dan akan turun di akhir zaman sebagai tanda kiamat.
  2. Mengenal sifat Dajjal — berkulit merah, gemuk, berambut keriting, buta mata kanan. Ini adalah tanda-tanda yang harus kita ketahui agar tidak tertipu.
  3. Menjaga keakuratan riwayat — sebagaimana Abdullah bin Umar mengoreksi riwayat yang salah, kita pun harus berhati-hati dalam menyampaikan hadits.
  4. Mimpi Nabi ﷺ adalah benar — apa yang beliau lihat dalam mimpi adalah bagian dari wahyu dan menjadi hujjah.
  5. Beriman kepada hari akhir — termasuk beriman kepada tanda-tanda kiamat seperti turunnya Isa dan munculnya Dajjal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?