Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini memuji wanita Quraisy karena dua sifat utama: kasih sayang kepada anak dan penjagaan terhadap harta suami. Abu Hurairah lalu menambahkan bahwa Maryam binti Imran tidak pernah menunggang unta, sehingga pujian "wanita terbaik yang menunggang unta" tidak mencakup Maryam — karena keutamaan Maryam jauh lebih tinggi dan tidak diukur dengan ukuran itu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Hadits-hadits Para Nabi, dari jalur Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab az-Zuhri, dari Sa'id bin al-Musayyib, dari Abu Hurairah رضي الله عنه.
Teks hadits:
نِسَاءُ قُرَيْشٍ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ، أَحْنَاهُ عَلَى طِفْلٍ، وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ
Terjemah ringkas: "Wanita-wanita Quraisy adalah sebaik-baik wanita yang menunggang unta; mereka paling penyayang kepada anak kecil dan paling menjaga (harta) suami yang ada di tangannya."
Ayat yang berkaitan dengan keutamaan Maryam binti Imran:
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
QS. Ali 'Imran [3]: 42
Terjemah: "Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata: 'Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan memilihmu di atas seluruh wanita di alam ini.'"
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan Allah memilih Maryam di atas wanita-wanita zamannya, dan para ulama menyebutkan keutamaan khusus Maryam sebagai wanita yang suci dan beriman teguh.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum. Rasulullah ﷺ memuji wanita Quraisy dengan dua sifat yang sangat berharga dalam rumah tangga: (1) al-hanān — kasih sayang yang lembut kepada anak kecil, dan (2) ar-ri'āyah — penjagaan yang baik terhadap harta suami. Kedua sifat ini adalah pondasi keutuhan keluarga.
Penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani. Dalam Fathul Bari, beliau menjelaskan bahwa pujian ini bukan berarti membatasi keutamaan hanya pada wanita Quraisy, melainkan menunjukkan sifat-sifat yang menjadi sebab keutamaan. Beliau juga menyebutkan bahwa kata "yang menunggang unta" menjadi pembatas, karena wanita Arab umumnya menunggang unta, sedangkan Maryam bukan dari kalangan itu.
Penjelasan Imam an-Nawawi. Dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa), beliau menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan wanita Quraisy dalam hal kasih sayang dan amanah terhadap harta suami. Beliau juga menegaskan bahwa penyebutan "menunggang unta" adalah gambaran umum wanita Arab, bukan pembatasan keutamaan secara mutlak.
Mengapa Abu Hurairah menyebut Maryam? Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه ingin menegaskan bahwa keutamaan Maryam binti Imran tidak diukur dengan ukuran "wanita yang menunggang unta", karena Maryam memiliki keutamaan yang jauh lebih tinggi — sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ali 'Imran [3]: 42 bahwa Allah memilihnya di atas seluruh wanita di alam ini. Jadi, ucapan Abu Hurairah adalah penjelasan bahwa pujian Nabi ﷺ berlaku pada konteks wanita Arab yang menunggang unta, bukan perbandingan keutamaan secara mutlak.
Tidak ada pertentangan. Sebagian orang mungkin menyangka ada pertentangan antara pujian Nabi ﷺ kepada wanita Quraisy dengan keutamaan Maryam. Para ulama menjelaskan: tidak ada pertentangan, karena keutamaan Maryam bersifat khusus (mushthafāh 'alā nisā' al-'ālamīn), sedangkan pujian wanita Quraisy bersifat umum dalam konteks sifat-sifat rumah tangga.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Sa'id bin al-Musayyib — salah satu ulama Tabi'in terkemuka — meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah. Sa'id bin al-Musayyib dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits dan sering menjelaskan maknanya kepada murid-muridnya. Az-Zuhri, murid beliau, kemudian meriwayatkannya kepada Yunus bin Yazid, dan akhirnya sampai kepada Imam al-Bukhari.
Hikmahnya: para ulama salaf tidak hanya meriwayatkan hadits, tetapi juga memahami konteks dan maknanya, sehingga tidak salah dalam menyimpulkan. Mereka menjaga amanah ilmu dengan sanad yang jelas dan pemahaman yang benar.
Kesimpulan Praktis
- Kasih sayang kepada anak adalah sifat terpuji yang dipuji Nabi ﷺ, khususnya bagi seorang ibu.
- Menjaga harta suami adalah amanah yang mulia dan menjadi sebab keutamaan seorang istri.
- Keutamaan Maryam binti Imran tidak diukur dengan ukuran duniawi, karena Allah sendiri memilihnya di atas seluruh wanita di alam ini (QS. Ali 'Imran [3]: 42).
- Tidak ada pertentangan antara pujian Nabi ﷺ kepada wanita Quraisy dengan keutamaan Maryam; keduanya berada pada konteks yang berbeda.
- Hendaknya kita meneladani sifat kasih sayang dan amanah dalam keluarga, serta menghormati keutamaan para tokoh yang Allah muliakan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.