Bab
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الأَعْمَشِ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَسَمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَسْمًا، فَقَالَ رَجُلٌ إِنَّ هَذِهِ لَقِسْمَةٌ مَا أُرِيدَ بِهَا وَجْهُ اللَّهِ. فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ، فَغَضِبَ حَتَّى رَأَيْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِهِ، ثُمَّ قَالَ " يَرْحَمُ اللَّهُ مُوسَى قَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ ".
Diriwayatkan dari Abdullah: Suatu ketika Nabi (ﷺ) membagikan sesuatu (di antara pengikutnya). Seorang pria berkata, "Pembagian ini tidak dilakukan (dengan adil) untuk mencari wajah Allah." Saya pergi kepada Nabi (ﷺ) dan memberitahunya (tentang itu). Dia menjadi sangat marah sehingga saya melihat tanda-tanda kemarahan di wajahnya. Kemudian dia berkata, "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa, karena dia telah disakiti lebih (dalam cara yang lebih buruk) daripada ini; namun dia bersabar dengan sabar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
