Bab Hadits Al-Khadir dengan Musa - keduanya semoga keselamatan tercurah kepada mereka
Shahih
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ الأَصْبَهَانِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " إِنَّمَا سُمِّيَ الْخَضِرُ أَنَّهُ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ فَإِذَا هِيَ تَهْتَزُّ مِنْ خَلْفِهِ خَضْرَاءَ ".
Abu Hurairah semoga Allah meridhainya menceritakan bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Al-Khadir dinamakan demikian karena ia duduk di atas tanah putih, kemudian tanah itu menjadi hijau setelah ia duduk di atasnya.”