Penjelasan Hadits Bukhari No. 3364 tentang Kisah Hajar mencari air antara Shafa dan Marwah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kisah panjang dan sangat indah tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam, istrinya Hajar, dan putranya Nabi Ismail 'alaihissalam. Kisah ini menjelaskan asal-usul Kota Mekah, munculnya mata air Zamzam, disyariatkannya sa'i antara Shafa dan Marwah, serta dibangunnya Ka'bah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dan merupakan salah satu kisah terpenting dalam sejarah Islam yang penuh dengan pelajaran tentang tawakal, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

  1. QS. Ibrahim [14]: 37

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati. Ya Tuhan kami, (aku lakukan itu) agar mereka melaksanakan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."

  1. QS. Al-Baqarah [2]: 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), 'Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Para Nabi, Bab "Firman Allah tentang Idris 'alaihissalam" (no. 3364). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan redaksi yang serupa.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan kisah ini secara panjang lebar ketika menafsirkan QS. Ibrahim ayat 37, dan menyebutkan bahwa kisah ini adalah salah satu bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ karena beliau menceritakan peristiwa yang tidak disaksikannya secara detail.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan faedah-faedah dari hadits ini, termasuk disyariatkannya sa'i antara Shafa dan Marwah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hajar.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari memberikan penjelasan yang sangat rinci tentang hadits ini, termasuk tentang asal-usul nama Zamzam dan hukum-hukum yang berkaitan dengan air Zamzam.

Penjelasan Rinci

1. Konteks Historis

Kisah ini bermula ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam diperintahkan oleh Allah untuk membawa istrinya, Hajar, beserta putranya yang masih bayi, Ismail, ke sebuah lembah yang tandus dan tidak berpenghuni, yaitu Mekah. Ini adalah ujian keimanan yang sangat besar bagi Ibrahim dan Hajar.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa perintah ini menunjukkan bahwa Allah menguji hamba-Nya yang beriman dengan perkara yang mungkin sulit dipahami oleh akal, namun bagi orang yang beriman, ketaatan kepada Allah adalah prioritas utama di atas segalanya.

2. Tawakal dan Ketaatan Hajar

Saat Ibrahim meninggalkan mereka, Hajar bertanya dengan penuh keimanan: "Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?" Ketika Ibrahim menjawab "Ya", Hajar dengan mantap berkata: "Kalau begitu, Allah tidak akan menelantarkan kami."

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa jawaban Hajar ini adalah puncak ketawakkalan kepada Allah. Ia tidak bertanya "kepada siapa engkau menitipkan kami?" tetapi ia yakin bahwa jika Allah yang memerintahkan, maka Allah pasti akan menjaga mereka. Ini adalah pelajaran besar tentang hakikat tawakal.

3. Doa Ibrahim

Setelah meninggalkan mereka, Ibrahim berdoa dengan doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an (QS. Ibrahim: 37). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa ini mengandung beberapa permohonan penting:

  • Menjadikan keturunannya sebagai orang-orang yang mendirikan shalat
  • Menjadikan hati manusia cenderung kepada mereka
  • Memberikan rezeki berupa buah-buahan

Doa ini menunjukkan bahwa Ibrahim tidak hanya memperhatikan kebutuhan duniawi, tetapi juga kebutuhan ukhrawi, yaitu shalat dan keimanan.

4. Perjuangan Hajar dan Disyariatkannya Sa'i

Ketika air habis dan putranya kehausan, Hajar berlari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari pertolongan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dari kisah ini, para ulama mengambil dalil disyariatkannya sa'i dalam ibadah haji dan umrah, karena Nabi ﷺ bersabda: "Itulah sa'i manusia antara Shafa dan Marwah."

Ibnu Hajar Al-Asqalani menambahkan bahwa sa'i adalah bentuk ibadah yang mengingatkan kita pada perjuangan seorang ibu yang ikhlas demi anaknya, dan Allah mengabadikannya sebagai bagian dari ritual haji.

5. Munculnya Air Zamzam

Ketika Hajar sampai di Marwah, ia mendengar suara dan menemukan malaikat yang menggali tanah hingga muncullah air Zamzam. Nabi ﷺ bersabda: "Semoga Allah merahmati ibunda Ismail. Seandainya ia membiarkan Zamzam (tidak ditampung), niscaya Zamzam menjadi sungai yang mengalir di permukaan bumi."

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa air Zamzam adalah air yang diberkahi. Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa air Zamzam memiliki keutamaan yang besar dan telah terbukti secara ilmiah mengandung mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.

6. Kedatangan Suku Jurhum

Kedatangan suku Jurhum yang melihat burung berputar di atas air menunjukkan bahwa Allah menjaga keluarga Ibrahim. Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang bertawakal. Hajar dengan bijak mengizinkan mereka tinggal tetapi tidak memberikan hak kepemilikan air, menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaannya.

7. Pesan Ibrahim kepada Istri-istri Ismail

Kisah Ibrahim yang bertanya kepada istri-istri Ismail mengandung pelajaran penting tentang kriteria istri yang baik. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa istri pertama yang mengeluh dan tidak bersyukur diceraikan oleh Ismail atas petunjuk ayahnya, sedangkan istri kedua yang bersyukur dan memuji Allah dipertahankan. Ini menunjukkan pentingnya sikap syukur dalam rumah tangga.

8. Pembangunan Ka'bah

Puncak kisah ini adalah pembangunan Ka'bah oleh Ibrahim dan Ismail. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab-kitabnya sering menyebutkan kisah ini sebagai contoh ketaatan seorang anak kepada ayahnya dan kerjasama dalam kebaikan. Ismail berkata: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, dan aku akan membantumu."

Mereka berdoa: "Rabbana taqabbal minna..." (Ya Tuhan kami, terimalah dari kami). Imam As-Sa'di menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk selalu memohon agar amal ibadah kita diterima oleh Allah, karena amal yang besar sekalipun tetap membutuhkan penerimaan dari Allah.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menyentuh tentang ketawakkalan Hajar yang bisa kita renungkan. Ketika Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah yang tandus, Hajar memanggilnya: "Wahai Ibrahim, kepada siapa engkau meninggalkan kami?"

Ibrahim menjawab: "Aku meninggalkan kalian kepada Allah."

Hajar berkata: "Aku ridha dengan Allah sebagai pelindungku."

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menceritakan bahwa ketika itu, tidak ada seorang pun di Mekah, tidak ada air, dan tidak ada tumbuhan. Namun Hajar menerima keadaan itu dengan penuh keimanan. Ia tidak menangis atau mengeluh, tetapi ia yakin bahwa Allah yang memerintahkan suaminya pasti akan menjaga mereka.

Ketika air habis dan putranya menangis kehausan, Hajar tidak panik. Ia berlari mencari pertolongan, tetapi ia tetap tenang karena hatinya bersandar kepada Allah. Allah kemudian mengirimkan malaikat Jibril yang menggali tanah hingga muncullah air Zamzam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah berkata bahwa kisah ini mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah datang setelah kesabaran dan usaha. Hajar tidak hanya duduk diam menunggu pertolongan, tetapi ia berusaha mencari solusi, dan setelah itu Allah memberikan pertolongan-Nya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits yang agung ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan:

  1. Tawakal kepada Allah - Hajar mengajarkan kita bahwa setelah berusaha dan berdoa, kita harus berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.
  2. Ketaatan kepada perintah Allah - Ibrahim dan Ismail menunjukkan ketaatan total kepada perintah Allah, meskipun secara logika mungkin sulit dipahami. Ketaatan ini menjadi teladan bagi kita dalam menjalankan perintah Allah.
  3. Kesabaran dalam menghadapi ujian - Hajar bersabar ketika ditinggal sendirian di lembah tandus, ketika kehausan, dan ketika harus berjuang mencari pertolongan. Kesabaran ini berbuah kemuliaan yang abadi.
  4. Bersyukur dalam segala keadaan - Istri kedua Ismail yang bersyukur mendapatkan keberkahan, sedangkan istri pertama yang mengeluh kehilangan kesempatan. Ini menunjukkan pentingnya sikap syukur dalam kehidupan.
  5. Doa dalam setiap amal - Ibrahim dan Ismail berdoa agar amal mereka diterima Allah. Kita pun harus selalu memohon agar amal ibadah kita diterima oleh Allah.
  6. Menghargai perjuangan orang tua - Kisah ini mengajarkan kita untuk menghargai perjuangan orang tua, terutama ibu, yang telah berkorban untuk anak-anaknya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?