Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan keislaman Abdullah bin Salam, seorang ulama Yahudi Madinah, setelah beliau menguji kenabian Rasulullah ﷺ dengan tiga pertanyaan yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Jawaban Nabi ﷺ tentang tanda Kiamat, makanan pertama penghuni Surga, dan sebab kemiripan anak dengan orang tua menjadi bukti kebenaran risalah beliau. Hadits ini juga mengajarkan adab dalam berdakwah, pentingnya ilmu sebelum beriman, dan bahaya sifat dusta serta pengingkaran kebenaran karena kesombongan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Hadits-hadits Para Nabi, Bab Penciptaan Adam dan Keturunannya, dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه.
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kebenaran kenabian Muhammad ﷺ dan sifat orang-orang yang menolak kebenaran karena kesombongan:
QS. Al-Baqarah [2]: 146
وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Terjemahan: "Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepada mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya."
QS. Al-Baqarah [2]: 89
وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُم مَّا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ
Terjemahan: "Ketika datang kepada mereka Kitab dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, maka ketika datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka mengingkarinya. Laknat Allah atas orang-orang kafir."
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat-ayat ini berbicara tentang Ahli Kitab yang mengenal kebenaran Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana mereka mengenal anak mereka sendiri, namun menolaknya karena kedengkian dan kesombongan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits Abdullah bin Salam ini menunjukkan tanda-tanda kenabian yang jelas dan menjadi hujah atas orang Yahudi yang menolak kebenaran.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Ilmu sebagai jalan menuju iman.
Abdullah bin Salam adalah seorang ulama Yahudi yang mengenal tanda-tanda kenabian dari kitab mereka. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Abdullah bin Salam menguji Nabi ﷺ dengan tiga pertanyaan yang jawabannya hanya diketahui melalui wahyu, karena beliau ingin memastikan kebenaran kenabian. Ini menunjukkan bahwa orang berilmu sejati akan mengenali kebenaran ketika ia datang.
Kedua: Tiga pertanyaan dan jawabannya.
- Tanda pertama Kiamat: Api yang menggiring manusia dari timur ke barat. Ibnu Katsir menyebutkan dalam An-Nihayah bahwa ini adalah api besar yang muncul di akhir zaman sebagai tanda Kiamat kubra.
- Makanan pertama penghuni Surga: Hati ikan (ziyadah kabid hut). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah tambahan dari hati ikan paus yang menjadi hidangan pertama bagi penghuni Surga.
- Sebab kemiripan anak: Jika air mani suami mendahului, maka anak mirip ayah; jika air mani istri mendahului, maka anak mirip ibu. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam At-Tibyan fi Aqsam Al-Qur'an dan Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa ini adalah penjelasan Nabi ﷺ tentang sebab fisik kemiripan, yang merupakan ilmu yang tidak diketahui kecuali melalui wahyu pada masa itu.
Ketiga: Sikap orang Yahudi.
Ketika Abdullah bin Salam masuk Islam, orang Yahudi yang sebelumnya memujinya sebagai "orang paling berilmu dan terbaik" berbalik mencacinya sebagai "yang terburuk". Ini menunjukkan sifat mereka yang dusta dan tidak konsisten, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Imam Ibnul Qayyim dalam Hidayatul Hayara menjelaskan bahwa ini adalah sifat ahli bid'ah dan orang yang mengikuti hawa nafsu: memuji seseorang ketika sesuai dengan keinginan mereka, dan mencela ketika tidak sesuai.
Keempat: Perbedaan pendapat ulama tentang kemiripan anak.
Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penjelasan Nabi ﷺ ini bersifat umum pada masa itu, dan ilmu modern telah mengungkapkan detail lebih lanjut. Namun, sebagai Muslim, kita menerima penjelasan Nabi ﷺ sebagai kebenaran yang tidak bertentangan dengan ilmu yang sahih. Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa sebab kemiripan adalah air mani yang mendahului, dan ini adalah perkara ghaib yang wajib kita imani.
Story Telling
Dikisahkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, Abdullah bin Salam — seorang ulama besar Yahudi — segera datang menemui beliau. Ia berkata, "Aku akan bertanya tiga perkara yang tidak diketahui kecuali oleh seorang nabi." Ia pun bertanya tentang tanda Kiamat, makanan pertama penghuni Surga, dan sebab kemiripan anak dengan orang tua.
Rasulullah ﷺ menjawab dengan tenang, "Jibril baru saja memberitahuku tentang semua itu." Abdullah bin Salam terkejut dan berkata, "Jibril? Dia adalah musuh orang Yahudi di antara para malaikat!" Maka Rasulullah ﷺ membacakan ayat yang menegaskan bahwa siapa yang memusuhi Jibril, maka Jibril itu menurunkan Al-Qur'an ke dalam hatinya dengan izin Allah (QS. Al-Baqarah [2]: 97).
Setelah mendengar jawaban yang tepat, Abdullah bin Salam bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Namun ia khawatir orang Yahudi akan mendustakannya. Benar saja, ketika Rasulullah ﷺ bertanya kepada orang Yahudi tentang Abdullah bin Salam, mereka memujinya setinggi langit. Tetapi begitu Abdullah menyatakan keislamannya di hadapan mereka, mereka langsung berbalik mencacinya sebagai "yang terburuk". Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan menjadi pelajaran tentang konsistensi dan kejujuran.
Kesimpulan Praktis
- Belajarlah ilmu sebelum beriman — Abdullah bin Salam mengenali kebenaran karena ilmunya. Ilmu yang benar akan membimbing kepada iman yang benar.
- Uji kebenaran dengan dalil, bukan prasangka — Abdullah bin Salam menguji kenabian dengan pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh nabi, bukan dengan emosi.
- Jangan dusta dan jangan berbalik karena kesombongan — Orang Yahudi memuji Abdullah bin Salam sebelum ia masuk Islam, lalu mencacinya setelahnya. Ini adalah sifat tercela yang harus kita hindari.
- Terimalah kebenaran meskipun pahit — Abdullah bin Salam rela meninggalkan kedudukannya sebagai pemuka Yahudi demi mengikuti kebenaran.
- Yakinlah bahwa semua yang diberitakan Nabi ﷺ adalah benar — Termasuk perkara ghaib seperti tanda Kiamat dan makanan penghuni Surga.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.