Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah bimbingan mulia dari Nabi ﷺ tentang adab di waktu malam, yaitu menjaga anak-anak agar tidak keluar rumah saat awal malam karena setan sedang menyebar. Selain itu, Nabi ﷺ juga mengajarkan untuk menutup pintu sambil menyebut nama Allah, karena setan tidak akan mampu membuka pintu yang tertutup dengan dzikir. Ini adalah bentuk perlindungan diri dan keluarga dari gangguan setan yang diajarkan oleh syariat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Bad'ul-Khalq (Permulaan Penciptaan), Bab: "Harta Terbaik Seorang Muslim adalah Domba" (no. 3304), dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا رَوْحٌ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ـ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ ـ أَوْ أَمْسَيْتُمْ ـ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا"
Terjemahan: "Ketika malam tiba (atau saat kalian berada di malam hari), dekatkanlah anak-anak kalian, karena setan menyebar pada saat itu. Namun ketika satu jam dari malam telah berlalu, kalian boleh melepaskan mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah, karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nas [114]: 1-6)
Ayat ini menunjukkan bahwa setan adalah musuh nyata yang selalu berusaha menyesatkan manusia, sehingga kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dan mengambil langkah-langkah perlindungan sebagaimana diajarkan dalam hadits.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hikmah perintah menahan anak-anak di awal malam adalah karena setan menyebar pada waktu tersebut, dan anak-anak lebih rentan terkena gangguan mereka.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul-Bari menjelaskan bahwa perintah menutup pintu sambil menyebut nama Allah adalah bentuk ikhtiar lahir dan batin; ikhtiar lahir dengan menutup pintu, dan ikhtiar batin dengan berdzikir kepada Allah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Makna "Junhu al-Lail" (جُنْحُ اللَّيْلِ)
Yang dimaksud dengan junhu al-lail adalah awal malam, yaitu saat matahari terbenam hingga gelap mulai menyelimuti. Pada waktu inilah setan-setan menyebar dengan lebih leluasa. Oleh karena itu, Nabi ﷺ memerintahkan agar anak-anak kecil dikumpulkan di dalam rumah, tidak dibiarkan keluar bermain pada waktu tersebut.
2. Hikmah Menahan Anak-anak di Awal Malam
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap gangguan setan karena mereka belum memiliki kesadaran penuh untuk berdzikir dan berlindung kepada Allah. Oleh karena itu, syariat menjaga mereka dengan perintah ini. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.
3. Perintah Menutup Pintu Sambil Menyebut Nama Allah
Nabi ﷺ mengajarkan agar ketika menutup pintu, kita menyebut nama Allah (misalnya dengan membaca Bismillah). Ini karena setan tidak akan mampu membuka pintu yang ditutup dengan dzikir. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan yang paling kuat adalah gabungan antara ikhtiar lahir (menutup pintu) dan ikhtiar batin (berdzikir).
4. Perbedaan Riwayat
Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam hadits ini, perawi Amr bin Dinar tidak menyebutkan kalimat "وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ" (dan sebutlah nama Allah). Namun, riwayat Atha' yang lebih lengkap tetap menjadi pegangan, dan para ulama menggabungkan semua lafazh hadits untuk mengambil faedah yang lebih sempurna.
5. Pelajaran tentang Adab dan Perlindungan Diri
Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh bergantung hanya pada ikhtiar lahir, tetapi juga harus menggabungkannya dengan dzikir dan doa. Ini adalah prinsip tawakkal yang benar: berusaha dan berdoa.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, beliau adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits-hadits tentang adab dan dzikir. Dalam riwayat lain, Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Jika malam tiba, tahanlah anak-anak kalian, karena setan menyebar pada saat itu. Jika telah berlalu satu jam dari malam, lepaskanlah mereka."
Para ulama menyebutkan bahwa hikmah dari perintah ini adalah menjaga anak-anak dari gangguan jin dan setan yang lebih aktif di awal malam. Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap keselamatan umatnya, termasuk anak-anak yang merupakan generasi penerus.
Kesimpulan Praktis
- Menjaga anak-anak di awal malam — Jangan biarkan anak-anak keluar rumah saat matahari terbenam hingga gelap, karena setan menyebar pada waktu tersebut.
- Menutup pintu sambil berdzikir — Biasakan menutup pintu rumah sambil membaca Bismillah, karena setan tidak akan membuka pintu yang ditutup dengan nama Allah.
- Menggabungkan ikhtiar lahir dan batin — Dalam setiap perlindungan diri, kita harus berusaha secara lahir (menutup pintu, menjaga anak) dan juga berdoa serta berdzikir kepada Allah.
- Mengajarkan adab ini kepada keluarga — Jadikan hadits ini sebagai panduan harian dalam keluarga agar seluruh anggota terbiasa dengan dzikir dan perlindungan kepada Allah.
- Tidak meremehkan gangguan setan — Meskipun kita tidak melihatnya, setan itu nyata dan selalu berusaha mengganggu. Maka kita berlindung kepada Allah dan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.