Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengajarkan sebuah dzikir yang ringan di lisan tetapi sangat berat timbangannya di sisi Allah. Dengan mengucapkan kalimat tauhid ini seratus kali dalam sehari, seorang muslim mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, dicatat seratus kebaikan, dihapus seratus keburukan, dan dilindungi dari gangguan setan sepanjang hari itu. Ini adalah kemurahan Allah yang luar biasa bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Bad'ul-Khalq (Penciptaan), Bab Sifat Iblis dan Pasukannya, no. 3293, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Adz-Dzikr wa ad-Du'a, no. 2691.
Teks hadits yang dimaksud adalah:
> مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ. فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Maknanya: "Barangsiapa mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,' seratus kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan ia mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga petang. Dan tidak ada seorang pun yang datang dengan amalan yang lebih utama daripada amalannya, kecuali orang yang mengucapkannya lebih dari seratus kali."
Adapun dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan dzikir dan tauhid, Allah berfirman:
> وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانتَصَرُوا مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ
(QS. Asy-Syu'ara' [26]: 227, potongan ayat)
Maknanya: "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta banyak mengingat Allah..."
Ayat ini menunjukkan bahwa memperbanyak dzikir adalah ciri orang beriman dan merupakan amalan yang sangat dicintai Allah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama:
- Keutamaan Kalimat Tauhid: Kalimat "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah" adalah kalimat yang paling utama. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Kalimatul-Ikhlash menjelaskan bahwa kalimat ini adalah kunci surga dan merupakan kalimat yang paling berat timbangannya di hari kiamat. Mengucapkannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan akan menghapus dosa-dosa kecil.
- Makna "Adlu 'Asyri Riqab" (Setara Memerdekakan Sepuluh Budak): Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa pahala ini adalah bentuk kemurahan Allah. Memerdekakan budak adalah amalan yang sangat dicintai Allah, dan dengan dzikir ini, seorang muslim yang tidak mampu memerdekakan budak bisa mendapatkan pahala yang setara. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan, tetapi memberikan jalan pahala yang besar melalui amalan yang ringan.
- Penghapus Dosa dan Pencatat Kebaikan: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kebaikan dan keburukan ditimbang dengan keadilan Allah. Hadits ini menunjukkan bahwa satu dzikir yang ikhlas bisa menghapus seratus keburukan dan mencatat seratus kebaikan. Ini adalah karunia yang tidak bisa dibayangkan, dan hanya bisa diterima dengan iman dan keyakinan.
- Perlindungan dari Setan: Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa dzikir ini menjadi hirz (benteng) dari gangguan setan. Setan adalah musuh yang nyata, dan dzikir ini adalah senjata yang diajarkan Nabi ﷺ untuk melindungi diri. Dengan mengucapkannya di pagi hari, seorang muslim akan terlindungi hingga petang.
- Keutamaan yang Berlipat: Sabda Nabi ﷺ, "Tidak ada seorang pun yang datang dengan amalan yang lebih utama daripada amalannya, kecuali orang yang mengucapkannya lebih dari seratus kali," menunjukkan bahwa pahala ini tidak terbatas. Siapa yang mengucapkannya lebih dari seratus kali, maka ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak lagi. Ini adalah dorongan untuk memperbanyak dzikir tanpa batas.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mengeluh kepada Rasulullah ﷺ tentang banyaknya amalan yang harus dilakukan. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan dzikir-dzikir yang ringan namun besar pahalanya, di antaranya adalah dzikir pada hadits ini. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya. Beliau tidak ingin umatnya berat dalam beribadah, tetapi tetap ingin mereka meraih pahala yang besar.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah menyebutkan bahwa dzikir ini adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan di sela-sela aktivitas, seperti saat berkendara, bekerja, atau menunggu. Ini adalah bentuk kemudahan dalam syariat Islam.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan Dzikir Ini: Ucapkan dzikir "Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir" sebanyak 100 kali setiap hari, bisa dibagi di pagi dan sore hari.
- Ikhlas Karena Allah: Niatkan dzikir ini semata-mata untuk mengharap pahala dari Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji.
- Yakini Janji Allah: Jangan ragu bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Pahala yang disebutkan dalam hadits ini adalah nyata dan akan diberikan oleh Allah.
- Amalkan dengan Konsisten: Keutamaan ini hanya didapat jika dilakukan setiap hari. Konsistensi lebih utama daripada banyak tetapi tidak rutin.
- Ajarkan kepada Keluarga: Bagikan kabar gembira ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat agar mereka juga bisa meraih keutamaannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.