Bab Sifat Iblis dan Pasukannya
Shahih
haddatsani mahmudu ibnu ghaylana, haddatsana abdu arrazzaqi, akhbarana mamarun, ani azzuhriyyi, an aliyyi ibni husaynin, an shafiyyaha abnahi huyain, qalat kana rasulu allahi mutakifan, faataytuhu azuruhu laylan fahaddatstuhu tsumma qumtu, fanqalabtu faqama mai liyaqlibani. wakana maskanuha fi dari usamaha ibni zaydin, famarra rajulani mina alanshari, falamma raaya annabiyya asraa, faqala annabiyyu " ala rislikuma innaha shafiyyahu ibintu huyain ". faqala subhana allahi ya rasula allahi. qala " inna assyaythana yajri mina alinsani majra addami, wainni khasyitu an yaqdzifa fi qulubikuma suan aw qala syayan ".
Diriwayatkan dari Safiya binti Huyay: Ketika Rasulullah ﷺ sedang beriktikaf, saya menemuinya di malam hari dan setelah berbicara dengannya, saya berdiri untuk pergi. Beliau juga berdiri untuk mengantar saya ke tempat tinggal saya, yang saat itu berada di rumah Usama bin Zaid. Dua orang laki-laki dari kalangan Ansar lewat, dan ketika mereka melihat Nabi ﷺ, mereka segera pergi. Nabi berkata kepada mereka, "Jangan terburu-buru! Ini adalah Safiya, putri Huyay (yaitu istri saya)." Mereka berkata, "Maha Suci Allah! Wahai Rasulullah! (Bagaimana mungkin kami mencurigai Anda?)" Beliau berkata, "Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah, dan saya khawatir setan akan menimbulkan pikiran buruk (atau sesuatu) dalam hati kalian."