Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa neraka itu makhluk Allah yang nyata dan telah diciptakan. Neraka "mengeluh" kepada Allah karena bagian-bagiannya saling menghancurkan, lalu Allah mengizinkannya memiliki dua "nafas": satu di musim dingin dan satu di musim panas. Panas dan dingin yang ekstrem di dunia ini adalah bagian dari pengaruh nafas neraka tersebut, sebagai peringatan bagi manusia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan, Bab Sifat Api Neraka dan Bahwa Ia Diciptakan, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab hadits:
اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا، فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ فِي الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ
Terjemahan: "Api (Neraka) mengeluh kepada Tuhannya, mengatakan, 'Wahai Tuhanku! Bagian-bagianku saling memakan satu sama lain.' Maka, Dia mengizinkannya untuk mengambil dua nafas, satu di musim dingin dan yang lainnya di musim panas, dan inilah alasan untuk panas yang sangat dan dingin yang sangat yang kalian temukan (dalam cuaca)."
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang neraka sebagai makhluk yang berbicara dan memiliki sifat:
QS. Al-Mulk [67]: 8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
Terjemahan: "Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, 'Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?'"
Ayat ini menunjukkan bahwa neraka memiliki perasaan dan reaksi, sebagaimana hadits di atas menunjukkan neraka "mengeluh" dan berbicara.
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk hadits tentang sifat-sifat akhirat yang wajib kita imani tanpa menakwilkan atau menolaknya. Imam Al-Bukhari menempatkannya dalam bab yang menegaskan bahwa neraka adalah makhluk yang sudah diciptakan dan memiliki sifat.
Makna "mengeluh" (اشْتَكَتْ):
Ini bukan berarti neraka memiliki akal seperti manusia, tetapi Allah menjadikannya dapat berbicara dan mengeluh. Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah bin Di'amah menjelaskan bahwa Allah memberi kemampuan kepada neraka untuk berbicara sebagai bentuk ketaatan dan pengagungan kepada-Nya. Ini adalah mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah.
Makna "dua nafas" (نَفَسَيْنِ):
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "nafas" di sini adalah hembusan atau pengaruh. Allah mengizinkan neraka mengeluarkan pengaruhnya dua kali: sekali di musim dingin dan sekali di musim panas. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa ini adalah hakikat, bukan kiasan. Panas yang sangat di musim panas dan dingin yang sangat di musim dingin adalah bagian dari pengaruh nafas neraka.
Makna "az-zamharir" (الزَّمْهَرِيرِ):
Ini adalah dingin yang sangat ekstrem. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa zamharir adalah dingin yang membakar, berbeda dengan dingin biasa. Ini menunjukkan bahwa neraka tidak hanya panas, tetapi juga memiliki dingin yang menyiksa.
Pendapat ulama:
- Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menegaskan bahwa hadits ini harus diimani apa adanya, tanpa menanyakan "bagaimana".
- Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa neraka adalah makhluk yang nyata, dan pengaruhnya di dunia ini adalah bukti kebenaran janji Allah.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Hadi al-Arwah menyebutkan bahwa panas dan dingin yang ekstrem di dunia adalah peringatan agar manusia takut kepada neraka.
Hikmah:
Hadits ini mengajarkan bahwa neraka itu nyata dan sudah ada. Panas dan dingin yang kita rasakan adalah pengingat akan azab neraka. Ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang tabi'in, Al-Hasan al-Bashri, ditanya tentang hadits ini. Beliau menjawab, "Ketahuilah, neraka itu makhluk yang taat kepada Allah. Ia mengeluh karena siksaan yang ditimpakan pada dirinya sendiri, bukan karena membangkang. Allah mendengarkan keluhannya dan memberi keringanan dengan dua nafas. Maka, betapa kerasnya neraka itu, dan betapa lemahnya kita di hadapannya."
Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan dosa dan selalu memohon perlindungan Allah dari neraka.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada yang ghaib: Kita wajib mengimani bahwa neraka itu nyata dan sudah diciptakan, meskipun kita tidak melihatnya.
- Takut kepada neraka: Panas dan dingin yang ekstrem di dunia adalah peringatan agar kita menjauhi dosa dan bertaubat.
- Tidak menakwilkan: Hadits ini dipahami apa adanya, tanpa menolak atau mengubah maknanya.
- Memohon perlindungan: Perbanyak doa memohon perlindungan Allah dari neraka, seperti doa Nabi ﷺ: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari neraka."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.