Penjelasan Hadits Bukhari No. 3168 tentang Wasiat Nabi saat sakit untuk tiga perkara penting

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits paling agung dan menyedihkan dalam sejarah Islam. Ia menggambarkan momen-momen terakhir kehidupan Rasulullah ﷺ saat sakitnya semakin parah. Beliau ingin menuliskan wasiat penting agar umatnya tidak tersesat, namun terjadi perselisihan di sisi beliau. Dari hadits ini, kita belajar tentang keutamaan hari Kamis, larangan bertengkar di hadapan ulama, serta tiga wasiat penting Nabi ﷺ, termasuk perintah mengeluarkan orang musyrik dari Jazirah Arab dan memuliakan utusan asing.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jizyah dan Perjanjian, Bab Mengusir Yahudi dari Jazirah Arab, no. 3168. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Wasiat, no. 1637, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Dalil terkait perintah mengeluarkan orang musyrik dari Jazirah Arab juga dikuatkan oleh firman Allah Ta'ala:

QS. At-Taubah [9]: 28

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْمُشْرِكُوْنَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هٰذَاۚ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini."

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar larangan orang musyrik memasuki Jazirah Arab, dan ini sejalan dengan wasiat Nabi ﷺ dalam hadits di atas.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran besar yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan Hari Kamis dan Tangisan Ibnu Abbas

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menangis ketika mengingat hari Kamis tersebut. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tangisan Ibnu Abbas adalah karena kesedihan mendalam atas apa yang terjadi pada hari itu, yaitu hilangnya kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan tulisan yang akan menjaga mereka dari kesesatan selamanya.

2. Keinginan Nabi ﷺ untuk Menulis Wasiat

Saat sakitnya semakin parah, Nabi ﷺ meminta tulang belikat untuk ditulisi wasiat. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada umatnya. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa wasiat yang ingin ditulis Nabi ﷺ adalah petunjuk yang akan menjaga umat dari kesesatan, dan sebagian ulama berpendapat bahwa wasiat tersebut berkaitan dengan penetapan kepemimpinan atau wasiat-wasiat penting lainnya.

3. Larangan Bertengkar di Hadapan Ulama dan Nabi

Para sahabat berselisih tentang permintaan Nabi ﷺ. Sebagian ingin membawakan alat tulis, sebagian lain berkata, "Apakah beliau sedang demam?" (dalam riwayat lain: "Apakah beliau mengigau?"). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa perselisihan ini terjadi karena para sahabat sangat khawatir dengan kondisi Nabi ﷺ, namun tetap saja perbuatan itu tidak pantas di sisi seorang nabi. Ini menjadi pelajaran bahwa kita tidak boleh bertengkar di hadapan ulama atau orang yang lebih tua, apalagi di hadapan Nabi ﷺ.

4. Jawaban Nabi ﷺ yang Agung

Nabi ﷺ bersabda: "Biarkan aku, karena aku dalam keadaan yang lebih baik daripada apa yang kalian minta." Ini menunjukkan ketenangan dan ketawadhuan beliau. Imam Al-Qurthubi (dalam konteks penjelasan ulama) menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak marah, tetapi justru menunjukkan bahwa beliau sedang berada dalam keadaan yang lebih baik, yaitu bertemu dengan Allah Ta'ala.

5. Tiga Wasiat Penting

Nabi ﷺ kemudian memerintahkan tiga hal:

  • Mengeluarkan orang musyrik dari Jazirah Arab – Ini dikuatkan oleh ayat di atas dan dijelaskan oleh Ibnu Hajar bahwa ini mencakup seluruh Jazirah Arab, bukan hanya Makkah.
  • Memuliakan utusan asing dengan hadiah – Ini menunjukkan adab diplomasi Islam dalam menyambut tamu dan utusan.
  • Perintah ketiga yang tidak disebutkan – Ibnu Abbas lupa atau tidak menyebutkannya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa sebagian ilmu bisa hilang karena lupa, namun Allah menjaga pokok-pokok agama melalui Al-Qur'an dan sunnah yang telah terkodifikasi.

6. Hikmah di Balik Tidak Tertulisnya Wasiat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa Allah tidak menakdirkan wasiat tersebut tertulis karena Allah telah menjaga agama ini melalui Al-Qur'an dan hadits-hadits shahih yang diriwayatkan secara mutawatir. Ini menjadi bukti bahwa syariat Islam telah sempurna dan terjaga.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berada di akhir hayatnya, beliau sering menangis ketika mengingat hari Kamis tersebut. Beliau berkata, "Betapa besar musibah yang menimpa umat ini karena kehilangan tulisan yang ingin ditulis oleh Nabi ﷺ."

Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memahami betapa berharganya setiap momen bersama Nabi ﷺ. Mereka menangis bukan karena ragu terhadap agama, tetapi karena cinta mereka kepada Nabi ﷺ dan penyesalan atas apa yang terjadi pada hari itu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam salah satu ceramahnya menyebutkan bahwa kisah ini mengajarkan kita untuk selalu menghormati ulama dan tidak tergesa-gesa dalam menanggapi perkataan mereka, karena bisa jadi kita kehilangan kebaikan yang besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Menghormati ulama dan orang yang lebih tua – Jangan bertengkar di hadapan mereka, karena bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.
  2. Menjaga adab dalam perbedaan pendapat – Perselisihan di kalangan sahabat menjadi pelajaran bahwa perbedaan pendapat harus disikapi dengan hikmah dan tidak boleh merusak ukhuwah.
  3. Mengamalkan wasiat Nabi ﷺ – Yaitu menjaga kemurnian Islam di Jazirah Arab dan memuliakan tamu serta utusan yang datang kepada kita.
  4. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu – Karena ilmu adalah warisan para nabi, dan kita harus menjaganya dengan mempelajari Al-Qur'an dan hadits dari sumber yang shahih.
  5. Merenungkan kebesaran kasih sayang Nabi ﷺ – Beliau di saat sakitnya masih memikirkan umatnya. Ini seharusnya memotivasi kita untuk mencintai beliau dan mengikuti sunnahnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?