Bab Wasiat kepada Ahli Dhimmah Rasulullah صلى الله عليه وسلم
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو جَمْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ جُوَيْرِيَةَ بْنَ قُدَامَةَ التَّمِيمِيَّ، قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ ـ رضى الله عنه ـ قُلْنَا أَوْصِنَا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ. قَالَ أُوصِيكُمْ بِذِمَّةِ اللَّهِ، فَإِنَّهُ ذِمَّةُ نَبِيِّكُمْ، وَرِزْقُ عِيَالِكُمْ.
Diriwayatkan dari Juwairiya bin Qudama at-Tamimi: "Kami berkata kepada Umar bin Al-Khattab, Wahai Amirul Mukminin! Berilah kami nasihat." Dia berkata: "Aku nasihatkan kalian untuk memenuhi perjanjian Allah (yang dibuat dengan Dhimmis), karena itu adalah perjanjian Nabi kalian dan sumber rezeki bagi tanggungan kalian (yaitu pajak dari Dhimmis)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
