Penjelasan Hadits Bukhari No. 3147 tentang Pembagian harta rampasan untuk melunakkan hati kaum Quraisy

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah pelajaran agung tentang keutamaan para sahabat Ansar, kebijaksanaan Nabi ﷺ dalam membagi harta rampasan (fai') untuk melunakkan hati orang yang baru masuk Islam (muallaf), serta wasiat beliau agar kaum Ansar bersabar ketika nanti melihat orang lain lebih diutamakan dalam urusan dunia. Nabi ﷺ menegaskan bahwa membawa Rasulullah ﷺ pulang ke rumah mereka jauh lebih baik daripada membawa harta dunia. Namun, Anas bin Malik dengan jujur mengakui bahwa sebagian mereka tidak mampu bersabar menghadapi ujian tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Kewajiban Khums, Bab "Apa yang Diberikan Nabi kepada Orang-orang yang Hatinya Didekatkan dan Lainnya dari Khums dan Sebagainya" (no. 3147), dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan pembagian harta fai' dan kaum muallaf:

QS. At-Taubah [9]: 60

لَا إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para muallaf yang dilunakkan hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ayat ini menunjukkan bahwa memberikan harta kepada orang yang baru masuk Islam (muallaf) untuk melunakkan hatinya adalah bagian dari syariat. Namun perlu dicatat, ayat ini tentang zakat, sedangkan hadits di atas tentang pembagian fai' (harta rampasan tanpa peperangan). Para ulama menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memberikan harta fai' kepada para muallaf dari kalangan Quraisy dengan tujuan yang sama, yaitu melunakkan hati mereka dan menguatkan keimanan mereka.

Hadits lain yang terkait dari Shahih Muslim, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"إِنِّي أُعْطِي قُرَيْشًا أَتَأَلَّفُهُمْ، وَإِنَّ أَقْرَبَهُمْ إِلَيَّ مَنْزِلَةً مَنْ أُعْطِيهِ" (makna: "Aku memberi Quraisy untuk melunakkan hati mereka, padahal orang yang paling dekat denganku adalah yang tidak kuberi") — ini menunjukkan bahwa pemberian itu bukan karena kecintaan pribadi, melainkan karena maslahat dakwah.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dengan beberapa pelajaran penting:

1. Kebijaksanaan Nabi ﷺ dalam membagi harta fai'

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa setelah Perang Hunain, Allah memberikan harta rampasan yang sangat banyak dari suku Hawazin. Nabi ﷺ membagikan harta tersebut kepada para muallaf dari kalangan Quraisy dan tokoh-tokoh Arab yang baru masuk Islam, seperti Abu Sufyan, Mu'awiyah, dan lainnya, masing-masing hingga seratus unta. Tujuannya adalah untuk melunakkan hati mereka yang baru masuk Islam dan masih lemah imannya, agar mereka semakin mantap dalam keislaman dan tidak kembali kepada kekufuran.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah kebijakan yang sangat tepat. Orang yang baru masuk Islam terkadang masih rapuh imannya, sehingga perlu diberikan perhatian khusus agar hatinya semakin dekat dengan Islam. Adapun para sahabat Ansar yang sudah mantap imannya, mereka tidak membutuhkan harta tersebut karena keimanan mereka sudah kokoh.

2. Keutamaan kaum Ansar

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ kepada kaum Ansar merupakan pujian yang sangat agung. Beliau bersabda: "Tidakkah kalian senang orang-orang pergi dengan membawa harta, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah ﷺ?" Ini adalah penghargaan yang tidak ternilai. Kaum Ansar lebih utama karena mereka beriman sebelum hijrah, menolong Nabi ﷺ, dan berkorban dengan harta dan jiwa mereka.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keutamaan ini tidak bisa digantikan dengan harta dunia. Kedekatan dengan Rasulullah ﷺ dan menjadi bagian dari perjuangannya adalah kenikmatan yang jauh lebih besar daripada seratus unta atau harta sebanyak apa pun.

3. Wasiat kesabaran menghadapi atsarah (pengutamaan orang lain)

Nabi ﷺ bersabda: "Kalian akan melihat setelahku atsarah (orang lain lebih diutamakan dalam urusan dunia). Maka bersabarlah hingga kalian bertemu Allah dan Rasul-Nya di telaga (Al-Haudh)." Ini adalah kabar gembira sekaligus ujian. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa atsarah adalah ketika pemimpin lebih mengutamakan orang lain dalam pembagian harta atau jabatan, bukan karena kezaliman tetapi karena kebijakan. Yang dituntut dari seorang muslim adalah bersabar dan tidak menuntut haknya dengan cara yang melanggar syariat, selama pemimpin tersebut masih menegakkan agama.

4. Pengakuan jujur Anas bin Malik

Anas bin Malik berkata: "Kami tidak sabar." Ini menunjukkan kejujuran para sahabat dalam mengakui kelemahan mereka. Imam Al-Bukhari meriwayatkan pengakuan ini untuk menunjukkan bahwa meskipun mereka adalah sahabat yang mulia, mereka tetap manusia biasa yang bisa lemah dalam menghadapi ujian. Namun, ini tidak mengurangi kemuliaan mereka karena mereka tetap taat dan tidak memberontak kepada pemimpin.

5. Pelajaran tentang adab menyampaikan kritik

Dalam hadits ini, ketika Nabi ﷺ bertanya tentang perkataan mereka, para ulama Ansar menjawab dengan bijak: "Orang-orang bijak di antara kami tidak mengatakan apa-apa, tetapi orang-orang muda di antara kami yang berkata demikian." Ini menunjukkan adab yang tinggi — mereka tidak menyembunyikan kebenaran, tetapi juga tidak membela yang salah. Mereka menyampaikan dengan jujur dan penuh adab.

Story Telling

Dikisahkan bahwa setelah Perang Hunain, Nabi ﷺ membagikan harta rampasan yang sangat banyak. Beliau memberikan kepada para pemuka Quraisy seperti Abu Sufyan bin Harb seratus unta, Mu'awiyah bin Abi Sufyan seratus unta, dan lainnya. Ada seorang pemuda Ansar yang berkata: "Semoga Allah mengampuni Rasul-Nya, dia memberikan kepada Quraisy dan meninggalkan kami, padahal pedang kami masih meneteskan darah mereka."

Perkataan ini sampai kepada Nabi ﷺ. Beliau tidak marah, tetapi dengan penuh kasih sayang memanggil kaum Ansar dan mengumpulkan mereka dalam sebuah tenda kulit. Beliau bertanya dengan lembut, "Apa perkataan yang sampai kepadaku tentang kalian?"

Setelah mereka menjelaskan, Nabi ﷺ bersabda dengan penuh kelembutan: "Tidakkah kalian ridha bahwa orang-orang pergi dengan membawa unta dan kambing, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah ﷺ? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang."

Mendengar itu, kaum Ansar menangis dan berkata, "Kami ridha wahai Rasulullah, kami ridha." Mereka pun pulang dengan hati yang tenang, karena mereka sadar bahwa membawa Rasulullah ﷺ ke rumah mereka adalah kehormatan yang tidak bisa dibandingkan dengan harta dunia.

Kesimpulan Praktis

  1. Harta dunia bukanlah ukuran kemuliaan — Kemuliaan seorang muslim di sisi Allah adalah keimanan dan ketakwaannya, bukan banyaknya harta.
  2. Kebijaksanaan pemimpin dalam membagi harta — Seorang pemimpin boleh memberikan harta kepada orang yang baru masuk Islam untuk melunakkan hatinya, selama itu untuk maslahat dakwah.
  3. Menjaga lisan dari kritik yang tidak pada tempatnya — Jika ingin menyampaikan kritik, lakukan dengan adab dan cara yang baik, bukan dengan keluhan yang bisa memecah belah.
  4. Bersabar menghadapi atsarah — Jika pemimpin lebih mengutamakan orang lain dalam urusan dunia, seorang muslim diperintahkan bersabar selama tidak ada pelanggaran syariat yang nyata.
  5. Kedekatan dengan ulama dan Rasulullah ﷺ lebih berharga dari harta — Ini adalah pelajaran terbesar dari hadits ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?