Penjelasan Hadits Bukhari No. 3091 tentang Larangan meminum khamr dan akibat buruknya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa ketika Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Nabi ﷺ, dalam keadaan mabuk, merusak dua ekor unta milik Ali bin Abi Thalib. Ketika Nabi ﷺ datang untuk menegurnya, Hamzah yang sudah tidak sadar mengucapkan perkataan kasar. Sikap Nabi ﷺ yang sabar dan tidak membalas, bahkan memilih mundur, adalah pelajaran besar tentang menahan diri dan tidak memperpanjang masalah ketika seseorang sedang tidak sadar atau dalam keadaan mabuk. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan Ali dan bagaimana beliau mengadukan perkaranya kepada Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Kewajiban Khumus, Bab Kewajiban Khumus, no. 3091, dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Fadhail Ash-Shahabah, Bab Fadhail Hamzah, no. 2479.

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) memuat hadits ini dalam Al-Jami' Ash-Shahih sebagai dalil tentang pembagian khumus (seperlima harta rampasan perang) dan bagaimana Nabi ﷺ memberikan bagian kepada kerabatnya.
  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum diharamkannya khamr. Beliau menegaskan bahwa Hamzah tidaklah berdosa saat itu karena khamr belum diharamkan, dan perkataan Hamzah kepada Nabi ﷺ adalah akibat hilangnya kesadaran karena mabuk, bukan karena kurangnya adab kepada Nabi ﷺ.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mengadukan kezaliman kepada penguasa atau orang yang lebih tinggi kedudukannya, dan juga menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ dalam menghadapi orang yang sedang mabuk.

Dalil terkait tentang keutamaan Hamzah dan sikap Nabi ﷺ:

Nabi ﷺ bersabda tentang Hamzah:

> "سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ"

> "Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muththalib."

> (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no. 3693)

Penjelasan Rinci

1. Konteks Peristiwa

Peristiwa ini terjadi setelah Perang Badar (2 H), sebelum khamr diharamkan. Ali bin Abi Thalib mendapatkan dua ekor unta: satu dari bagian rampasan perangnya, dan satu lagi sebagai hadiah dari Nabi ﷺ dari bagian khumus. Ali hendak menikahi Fatimah, putri Rasulullah ﷺ, dan berencana menjual rumput idhkhir untuk biaya walimah.

2. Sikap Nabi ﷺ yang Luar Biasa

Ketika Ali mengadukan perbuatan Hamzah, Nabi ﷺ tidak marah dengan kemarahan yang meluap-luap. Beliau bergegas menemui Hamzah, tetapi ketika melihat Hamzah dalam keadaan mabuk dan mengucapkan perkataan yang menyakitkan, Nabi ﷺ justru memilih mundur dan tidak membalas. Ini adalah pelajaran besar tentang:

  • Menahan diri ketika menghadapi orang yang tidak sadar atau mabuk.
  • Tidak memperpanjang masalah yang bisa berujung pada pertengkaran yang lebih besar.
  • Menjaga hubungan keluarga meskipun ada kesalahan besar dari pihak keluarga.

3. Penjelasan Ulama tentang Perkataan Hamzah

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perkataan Hamzah, "Bukankah kalian hanya budak-budak ayahku?" adalah ucapan yang keluar karena mabuk. Beliau menegaskan bahwa Hamzah tidak bermaksud merendahkan Nabi ﷺ, karena kedudukan Hamzah sebagai paman dan pembela Islam sangat tinggi. Ucapan itu murni akibat hilangnya kesadaran karena khamr yang saat itu belum diharamkan.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menambahkan bahwa Nabi ﷺ tidak menegur atau menghukum Hamzah saat itu karena beliau memahami kondisi Hamzah. Ini menunjukkan bahwa dalam menegakkan hukum atau menasihati, kita harus memperhatikan kondisi orang yang kita hadapi.

4. Pelajaran tentang Khumus

Hadits ini juga menjadi dalil bahwa Nabi ﷺ memberikan bagian khumus kepada kerabat beliau, termasuk Ali bin Abi Thalib. Ini menunjukkan bahwa pembagian khumus adalah hak prerogatif Nabi ﷺ, dan beliau memberikannya kepada yang beliau kehendaki sesuai dengan kemaslahatan.

5. Keutamaan Ali dan Hamzah

  • Ali bin Abi Thalib adalah menantu Nabi ﷺ dan salah satu dari empat khalifah yang mendapat petunjuk. Kesabarannya dalam menghadapi musibah ini adalah teladan.
  • Hamzah bin Abdul Muththalib adalah paman Nabi ﷺ yang dijuluki Asadullah (Singa Allah). Beliau gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud, dan Nabi ﷺ sangat sedih atas kepergiannya.

Story Telling

Ada kisah yang sangat mengharukan tentang bagaimana Nabi ﷺ tetap mencintai Hamzah meskipun pernah diperlakukan kasar olehnya. Ketika Hamzah gugur dalam Perang Uhud, Nabi ﷺ berdiri di samping jenazahnya dan berkata:

> "وَاللَّهِ لَوْلاَ أَنْ تَحْزَنَ النِّسَاءُ بَعْدَكَ، لَتَرَكْتُكَ حَتَّى تُحْشَرَ مِنْ جَوْفِكَ"

> "Demi Allah, seandainya bukan karena kesedihan para wanita setelahmu, niscaya aku biarkan engkau (tidak dikubur) sehingga engkau dibangkitkan dari perutmu (sebagai bukti keutamaanmu)."

> (HR. Al-Bukhari no. 4080)

Ini menunjukkan bahwa meskipun Hamzah pernah mengucapkan perkataan kasar saat mabuk, Nabi ﷺ tetap memuliakannya dan mencintainya. Pelajaran ini sangat penting: jangan pernah memutuskan hubungan karena satu kesalahan, terutama jika kesalahan itu terjadi di luar kesadaran orang tersebut.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabar dalam menghadapi orang yang sedang marah atau tidak sadar — jangan membalas, karena itu hanya akan memperbesar masalah.
  2. Menjaga hubungan keluarga meskipun ada kesalahan — Nabi ﷺ tidak memutuskan silaturahmi dengan Hamzah.
  3. Mengadu kepada yang berwenang adalah hal yang dibolehkan, sebagaimana Ali mengadu kepada Nabi ﷺ.
  4. Memahami konteks sejarah — peristiwa ini terjadi sebelum khamr diharamkan, sehingga Hamzah tidak dianggap berdosa saat itu.
  5. Meneladani kelembutan Nabi ﷺ dalam berdakwah dan bermuamalah dengan orang-orang yang memiliki kekurangan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?