Bab Jika Suatu Kaum Memeluk Islam di Tanah Perang, Maka Harta dan Tanah Mereka Milik Mereka
Shahih
haddatsana ismailu, qala haddatsani malikun, an zaydi ibni aslama, an abihi, anna umara ibna alkhatthabi rdh allah nh astamala mawlan lahu yuda hunayyan ala alhima faqala ya hunau, adhmum janahaka ani almuslimina, wattaqi dawaha almazhlumi, fainna dawaha almazhlumi mustajabahun, waadkhil rabba asshuraymahi warabba alghunaymahi, waiyyaa wanaama abni awfin, wanaama abni affana, fainnahuma in tahlik masyiyatuhuma yarjia ila nakhlin wazarin, wainna rabba asshuraymahi warabba alghunaymahi in tahlik masyiyatuhuma yatini bibanihi fayaqulu ya amira almuminina. afatarikuhum ana la aba laka falmau waalkalu aysaru alaa mina addzahabi waalwariqi, waymu allahi, innahum layarawna anni qad zhalamtuhum, innaha labiladuhum faqatalu alayha fi aljahiliyyahi, waaslamu alayha fi alislami, waadzi nafsi biyadihi lawla almalu adzi ahmilu alayhi fi sabili allahi ma hamaytu alayhim min biladihim syibran.
Diriwayatkan dari Aslam: "Umar bin Al-Khattab mengangkat seorang budak yang bernama Hunai sebagai pengelola Hima (padang rumput yang dikhususkan untuk menggembalakan hewan Zakat atau hewan tertentu). Dia berkata kepadanya, 'Wahai Hunai! Jangan menindas kaum Muslim dan hindari kutukan mereka (doa mereka) karena doa orang yang teraniaya itu dikabulkan (oleh Allah); dan izinkanlah penggembala yang memiliki beberapa unta dan mereka yang memiliki beberapa domba (untuk menggembalakan hewan mereka), dan berhati-hatilah agar tidak mengizinkan ternak 'Abdur-Rahman bin 'Auf dan ternak ('Uthman) bin 'Affan, karena jika ternak mereka mati, maka mereka memiliki ladang dan kebun, sedangkan mereka yang memiliki beberapa unta dan domba, jika ternak mereka mati, mereka akan membawa tanggungan mereka kepada saya dan meminta bantuan dengan berkata, 'Wahai pemimpin orang-orang beriman! Wahai pemimpin orang-orang beriman!' Apakah saya akan mengabaikan mereka? (Tidak, tentu saja). Jadi, saya merasa lebih mudah untuk membiarkan mereka memiliki air dan rumput daripada memberikan mereka emas dan perak (dari kas Muslim). Demi Allah, orang-orang ini berpikir bahwa saya telah berbuat zalim kepada mereka. Ini adalah tanah mereka, dan selama masa jahiliyah, mereka berjuang untuknya dan mereka memeluk Islam (dengan sukarela) saat itu dalam kepemilikan mereka. Demi Dia yang menguasai jiwaku! Seandainya bukan karena hewan (di bawah pengawasanku) yang saya berikan untuk dinaiki dalam berjuang di jalan Allah, saya tidak akan mengizinkan bahkan sejengkal pun dari tanah mereka menjadi Hima."