Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3011 tentang Tiga golongan yang mendapat pahala dua kali lipat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang tiga golongan yang mendapat pahala dua kali lipat dari Allah: (1) seorang yang memiliki budak perempuan, lalu mendidiknya dengan baik, memerdekakannya, kemudian menikahinya; (2) seorang ahli kitab yang beriman kepada nabinya lalu beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ; (3) seorang budak yang menunaikan hak Allah dan berbuat baik kepada tuannya. Ini adalah kabar gembira bahwa keikhlasan dalam beramal akan dilipatgandakan pahalanya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Qashash [28]: 52–54 (tentang ahli kitab yang beriman mendapat pahala dua kali):

> ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِهِۦ هُم بِهِۦ يُؤْمِنُونَ. وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِۦ مُسْلِمِينَ. أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا۟...

Artinya: “Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab sebelumnya, mereka beriman kepadanya (Al-Qur’an). Dan apabila dibacakan kepada mereka, mereka berkata: ‘Kami beriman kepadanya, sesungguhnya ia adalah kebenaran dari Tuhan kami. Sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang berserah diri. Mereka itu diberi pahala dua kali karena kesabaran mereka…”

Hadits:

Shahih al-Bukhari, Kitab al-Jihad, Bab Fadhl Man Aslama min Ahl al-Kitab, no. 3011 (redaksi sebagaimana di atas). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 3004 dari jalur lain.

Penjelasan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (12/139-140, cet. Dar al-Ma’rifah) menjelaskan bahwa “dua pahala” dalam hadits ini merujuk pada pahala amalan yang dilakukan dalam dua keadaan: pahala asal dan pahala karena keikhlasan atau karena bertambahnya amal. Beliau juga menukil dari Imam al-Muhallab bahwa pahala ganda bagi ahli kitab adalah karena mereka beriman kepada nabi mereka dan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (17/511-512, cet. Dar al-Hadits) menekankan bahwa setiap amal yang dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, terutama jika disertai dengan pengorbanan dan kesabaran.
  • Al-Hasan al-Bashri – sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam – menafsirkan bahwa pahala dua kali bagi ahli kitab karena mereka mengamalkan kitab mereka yang asli sebelum diutusnya Nabi Muhammad, lalu mereka mengikuti beliau setelah diutus, sehingga keimanan mereka tidak terputus.
  • Sa’id bin al-Musayyib dan Mujahid juga menyebutkan bahwa keutamaan ini berlaku bagi siapa saja dari ahli kitab yang beriman kepada Nabi mereka dan kemudian beriman kepada Nabi Muhammad tanpa merubah kitab mereka.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits ini adalah bahwa pahala seorang hamba bisa dilipatgandakan karena beberapa sebab:

  1. Pertama: Orang yang memiliki budak perempuan, mendidik, memerdekakan, lalu menikahinya.

Dua pahala di sini didapat karena ia melakukan tiga amal: (a) mendidik dan mengajarkan agama kepada budaknya – ini adalah amal shalih; (b) memerdekakannya – ini adalah amal yang sangat dicintai Allah; (c) menikahinya dengan niat menjaga kesucian dan membina rumah tangga – pernikahan sendiri adalah sunnah yang berpahala. Imam asy-Syafi’i (dalam al-Umm ) dan Imam Ahmad bin Hanbal menekankan bahwa memerdekakan budak adalah salah satu amal utama. Jika disertai pendidikan agama dan pernikahan yang halal, maka pahala berlipat.

  1. Kedua: Ahli Kitab yang beriman kepada nabinya lalu beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Ini adalah keutamaan bagi pemeluk agama Yahudi dan Nasrani yang masih teguh di atas ajaran nabi mereka (seperti Taurat dan Injil yang asli) dan tidak mengingkarinya, lalu ketika mendengar kerasulan Muhammad mereka segera beriman. Ibnu Katsir dalam tafsirnya (QS. Al-Qashash: 52-54) menjelaskan bahwa mereka mendapatkan pahala dua kali: pahala iman kepada kitab pertama dan pahala iman kepada Al-Qur’an. Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya juga menegaskan bahwa syaratnya adalah keimanan yang benar kepada nabi sebelumnya tanpa penyimpangan, lalu menyambut kerasulan Muhammad dengan penuh penerimaan.

  1. Ketiga: Budak yang menunaikan hak Allah dan loyal kepada tuannya.

Seorang budak memiliki dua kewajiban: (a) kepada Allah – seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya; (b) kepada tuannya – yakni mentaati perintah yang ma’ruf dan berkhidmat dengan ikhlas. Jika ia menjalankan keduanya dengan baik, maka Allah akan memberinya pahala dua kali: pahala ibadah dan pahala ketaatan kepada majikan. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab al-Jihad bahwa amal ini setara dengan jihad di jalan Allah bagi yang tidak mampu berjihad.

Perlu dicatat bahwa pahala ganda ini bukan karena jumlah amal banyak, tetapi karena keikhlasan dan kesempurnaan niat. Sebagaimana dikatakan Ibnu Rajab al-Hanbali: “Setiap amal yang dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai sunnah, maka pahalanya berlipat-lipat.”

Story Telling

Kisah dari Sya’bi (perawi dalam sanad hadits):

Setelah meriwayatkan hadits ini kepada para muridnya, Sya’bi berkata, “Aku berikan hadits ini kepadamu tanpa imbalan apa pun, padahal dahulu seorang lelaki rela bepergian ke Madinah hanya untuk mendapatkan hadits yang lebih ringan dari ini.”

Pernyataan ini menunjukkan betapa tingginya semangat para salaf dalam menuntut ilmu dan menyebarkannya. Mereka tidak mengharap harta atau pangkat, tetapi mengharap ridha Allah dan pahala akhirat. Mujahid bin Jabr meriwayatkan bahwa para sahabat dan tabi’in sering melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendengar satu hadits dari sahabat yang jauh. Namun Sya’bi dengan tulus memberikan ilmu tersebut tanpa menginginkan imbalan dunia. Ini adalah adab yang patut kita teladani dalam menyampaikan ilmu.

Kisah lain dari Abdullah bin al-Mubarak:

Suatu ketika beliau ditanya tentang pahala dua kali bagi seorang budak. Beliau menjawab, “Aku mendengar dari Al-Awza’i bahwa seorang budak yang shalat malam dan siang dengan ikhlas, lalu ia juga taat kepada tuannya dalam hal yang tidak maksiat, maka ia seperti mujahid di jalan Allah.” Beliau lalu menambahkan bahwa pahala dua kali itu adalah karunia Allah yang besar bagi yang ikhlas.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi yang memiliki tanggungan (budak, pembantu, atau anak didik): Didiklah mereka dengan ilmu agama dan akhlak yang baik. Jika mampu, bebaskanlah dan nikahilah dengan niat ibadah. Pahala berlipat akan diperoleh.
  2. Bagi ahli kitab atau non-Muslim yang ingin memeluk Islam: Jangan tinggalkan ajaran nabi terdahulu yang benar, lalu sambutlah Islam dengan penuh keimanan. Keimanan yang terus menerus akan mendatangkan pahala ganda.
  3. Bagi yang dalam posisi sebagai pelayan atau pekerja: Tunaikan kewajiban kepada Allah dengan baik, dan juga tunaikan kewajiban kepada atasan atau majikan selama tidak melanggar syariat. Keduanya akan memberimu pahala berlipat.
  4. Bagi penuntut ilmu: Teladani Sya’bi dalam menyebarkan ilmu tanpa pamrih. Jangan jadikan ilmu sebagai komoditas dunia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.