Bab Jika Mengendarai Kuda dan Melihatnya Dijual
Shahih
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ ـ رضى الله عنه ـ يَقُولُ حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَابْتَاعَهُ ـ أَوْ فَأَضَاعَهُ ـ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ، وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ، فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ " لاَ تَشْتَرِهِ وَإِنْ بِدِرْهَمٍ، فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ ".
haddatsana ismailu, haddatsani malikun, an zaydi ibni aslama, an abihi, qala samitu umara ibna alkhatthabi rdh allah nh yaqulu hamaltu ala farasin fi sabili allahi fabtaahu aw faadhaahu adzi kana indahu, faaradtu an asytariyahu, wazhanantu annahu baiuhu birukhshin, fasaaltu annabiyya faqala " la tasytarihi wain bidirhamin, fainna alaida fi hibatihi kalkalbi yaudu fi qayihi ".
Telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, ia berkata: "Aku mendengar Umar bin Al-Khattab -semoga Allah meridhainya- berkata: 'Aku memberikan seekor kuda untuk ditunggangi di jalan Allah, dan orang yang mendapatkannya berniat menjualnya atau mengabaikannya. Maka, aku ingin membelinya, karena aku mengira dia akan menjualnya dengan harga murah. Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, dan beliau bersabda: 'Janganlah kamu membelinya meskipun dengan satu Dirham, karena orang yang mengambil kembali hadiah itu seperti anjing yang memakan muntahnya.'"
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis