Bab Dosa-Dosa dari Urusan Jahiliyah
Shahih
haddatsana sulaymanu ibnu harbin, qala haddatsana syubahu, an washilin alahdabi, ani almaruri, qala laqitu aba dzarrin biarrabadzahi, waalayhi hullahun, waala ghulamihi hullahun, fasaaltuhu an dzalika, faqala inni sababtu rajulan, faayyartuhu biummihi, faqala liya annabiyyu " ya aba dzarrin aayyartahu biummihi innaka amruun fika jahiliyyahun, ikhwanukum khawalukum, jaalahumu allahu tahta aydikum, faman kana akhuhu tahta yadihi falyuthimhu mimma yakulu, walyulbishu mimma yalbasu, wala tukallifuhum ma yaghlibuhum, fain kallaftumuhum faainuhum ".
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syubaha, dari Wasil al-Ahdab, dari Al-Ma'rur, ia berkata: "Aku bertemu dengan Abu Dhar di Ar-Rabadha, dan ia mengenakan jubah, dan budaknya juga mengenakan jubah yang serupa. Aku bertanya tentang hal itu. Ia menjawab: 'Aku telah mencela seorang lelaki dengan menyebutkan ibunya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Wahai Abu Dhar! Apakah kamu mencela dia dengan menyebutkan ibunya? Sesungguhnya kamu adalah seorang yang masih memiliki sifat jahiliyah. Saudara-saudaramu adalah pelayanmu, Allah telah menjadikan mereka di bawah kekuasaanmu. Maka barangsiapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya, hendaklah ia memberi makan dari apa yang ia makan dan memberi pakaian dari apa yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan apa yang tidak mampu mereka lakukan. Jika kamu membebani mereka, maka bantulah mereka.'"