Bab Mendengar dan Menaati Pemimpin
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم. وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ صَبَّاحٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ ".
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Ubaidullah, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Nafi', dari Ibn Umar -semoga Allah meridhai keduanya- dari Nabi صلى الله عليه وسلم. Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sabbaah, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Zakariya, dari Ubaidullah, dari Nafi', dari Ibn Umar -semoga Allah meridhai keduanya- dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Mendengar dan menaati adalah hak, selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Jika diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada mendengar dan tidak ada menaati."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
