Penjelasan Hadits Bukhari No. 2861 tentang Menjual unta kepada Nabi setelah dipukul dalam perjalanan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kelembutan dan kemuliaan akhlak Nabi ﷺ kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu dalam sebuah perjalanan. Ketika unta Jabir kelelahan dan tertinggal, Nabi ﷺ memukulnya dengan cambuk, sehingga unta itu menjadi kuat kembali. Nabi ﷺ lalu membeli unta tersebut, namun setelah tiba di Madinah beliau mengembalikan unta itu beserta harganya kepada Jabir. Ini menunjukkan kejujuran, kedermawanan, dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada sahabatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Jihad dan Perang, Bab Siapa yang Memukul Binatang Lain dalam Perang, nomor 2861. Perawinya adalah Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Abu Al-Mutawakkil An-Naji.

Hadits ini juga memiliki riwayat serupa dalam Shahih Muslim dari Jabir, yang memperkuat keabsahannya.

Adapun ayat yang relevan dengan tema kelembutan dan akhlak mulia Nabi ﷺ:

QS. Al-Qalam [68]: 4

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Terjemahan: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang agung."

Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memuji akhlak Nabi ﷺ yang sempurna, mencakup kelembutan, kedermawanan, keberanian, dan kasih sayang kepada para sahabatnya. Hadits Jabir ini adalah salah satu contoh nyata dari akhlak agung tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Kelembutan Nabi ﷺ terhadap sahabatnya.

Ketika Jabir tertinggal karena untanya lemah, Nabi ﷺ tidak menegurnya dengan kasar, tetapi justru memanggilnya dengan lembut: "Wahai Jabir, tunggu!" Lalu beliau memukul unta itu dengan cambuknya. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pukulan Nabi ﷺ bukanlah pukulan yang menyakiti, melainkan pukulan yang membawa keberkahan, sehingga unta itu bangkit dengan kuat. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak marah kepada Jabir, tetapi justru membantu kesulitannya.

Kedua: Anjuran untuk bersegera kembali kepada keluarga.

Sabda Nabi ﷺ: "Siapa yang ingin kembali lebih awal kepada keluarganya, hendaklah ia segera pergi," menunjukkan bahwa seorang muslim dianjurkan untuk tidak berlama-lama dalam perjalanan tanpa kebutuhan, dan bersegera kembali kepada keluarganya. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Islam terhadap keluarga, agar seorang suami atau ayah tidak meninggalkan keluarganya terlalu lama tanpa alasan syar'i.

Ketiga: Kejujuran dan kedermawanan Nabi ﷺ dalam muamalah.

Nabi ﷺ membeli unta Jabir, namun setelah tiba di Madinah beliau mengembalikan unta itu beserta harganya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kedermawanan Nabi ﷺ yang luar biasa, di mana beliau memberikan harga penuh dan juga mengembalikan barang yang dibeli. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak mengambil keuntungan dari kesulitan sahabatnya, tetapi justru memberi lebih banyak.

Keempat: Perbedaan pendapat ulama tentang status jual beli ini.

Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah memahami bahwa ini adalah jual beli yang sah, dan Nabi ﷺ menghibahkan kembali unta itu kepada Jabir. Sedangkan Imam Asy-Syafi'i rahimahullah memahami bahwa ini adalah bentuk hibah di awal, bukan jual beli yang sebenarnya. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa Nabi ﷺ benar-benar membeli unta itu, lalu menghibahkannya kembali kepada Jabir, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam An-Nawawi.

Kelima: Keberkahan doa dan sentuhan Nabi ﷺ.

Pukulan cambuk Nabi ﷺ yang membawa keberkahan menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki keistimewaan yang Allah berikan, di mana sentuhannya bisa membawa manfaat. Ini adalah bagian dari mukjizat kecil beliau yang Allah tampakkan melalui tangan beliau.

Story Telling

Dikisahkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang sangat miskin dan memiliki banyak tanggungan keluarga. Ia sering ikut dalam perjalanan bersama Nabi ﷺ dengan tunggangan yang lemah.

Pada suatu perjalanan, ketika rombongan hendak kembali ke Madinah, unta Jabir yang berwarna merah hitam itu tiba-tiba berhenti karena kelelahan. Semua orang melewatinya, dan Jabir tertinggal sendirian. Nabi ﷺ yang berada di depan menoleh dan melihat Jabir tertinggal. Beliau tidak membiarkannya, tetapi memanggilnya dengan lembut dan memukul untanya dengan cambuk. Seketika unta itu bangkit dan berlari kencang, bahkan mendahului rombongan.

Nabi ﷺ kemudian menawarkan untuk membeli unta itu. Jabir yang miskin tentu senang, dan ia menjualnya. Namun ketika tiba di Madinah, Nabi ﷺ tidak hanya membayar harganya, tetapi juga mengembalikan unta itu kepada Jabir. Jabir pun pulang ke rumahnya dengan membawa unta dan emas, sebuah karunia besar dari Allah melalui tangan Nabi ﷺ.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa kisah ini adalah contoh nyata dari sabda Nabi ﷺ: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." Nabi ﷺ tidak hanya memberi nasihat, tetapi langsung mempraktikkan kedermawanan dan kasih sayang.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani kelembutan Nabi ﷺ dalam berinteraksi dengan orang yang lemah dan tertinggal, baik dalam perjalanan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Bersegeralah kembali kepada keluarga setelah urusan selesai, karena keluarga memiliki hak untuk diperhatikan.
  3. Jujurlah dalam bermuamalah dan jangan mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain.
  4. Berdermawanlah melebihi apa yang menjadi kewajiban, sebagaimana Nabi ﷺ memberi harga penuh dan mengembalikan barang yang dibeli.
  5. Yakinlah pada keberkahan yang Allah berikan melalui orang-orang shalih, dan jangan meremehkan kebaikan kecil yang bisa membawa manfaat besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?